Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas melakukan proses penyimpanan sementara aluminium ingot di pabrik peleburan PT Inalum, Batubara, Sumatera Utara. - Antara / Irsan Mulyadi.
Premium

REKOMENDASI SAHAM BUMN: Pilih-Pilih Emiten Tambang Jawara

18 September 2020 | 22:02 WIB
Kenaikan harga bahan tambang dalam beberapa waktu terakhir memberikan potensi peningkatan pendapatan bagi emiten tambang BUMN. Mana yang paling layak dikoleksi?

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan dan logam pelat merah telah mengalami pergerakan positif dalam 6 bulan terakhir sejalan dengan membaiknya harga komoditas global. Seperti apa peluang dan prospek masing-masing emiten tersebut?

Emas menjadi salah satu komoditas logam dengan penguatan paling dahsyat sepanjang tahun ini. Secara tahun berjalan harga emas di Bursa Comex telah meningkat dari US$1.523,10 per troy ounce ke level US$1.958,5 per troy ounce.

Sementara itu, harga timah di London Metal Exchange (LME) telah bergerak dari US$17.175 per metrik ton di awal tahun ke harga US$18.190 per metrik ton. Meski tak sebesar peningkatan harga emas, timah telah jauh meninggalkan level harga terendahnya yang sempat mencapai US$13.250 per metrik ton pada akhir Maret 2020.

Sejalan dengan itu, harga batu bara Newcastle juga mulai mulai menghangat dalam beberapa pekan terakhir. Meski masih jauh dari harga awal tahun di level US$67,7 per ton, sejak awal bulan ini harga batu bara mulai telah meningkat dari US$48,5 per ton ke US$51,9 per ton.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top