Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Tunggu Kebijakan The Fed, Kemana Arah Harga Emas?

The Fed telah memangkas suku bunga acuannya menjadi hampir nol persen pada awal pandemi yang mendorong penguatan harga emas.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 16 September 2020  |  18:25 WIB
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas terpantau stabil sejalan dengan antisipasi investor yang menunggu hasil dari pengumuman rapat bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve.

Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan Rabu (16/9/2020) hingga pukul 17.31 WIB, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2020 di bursa Comex bergerak menguat tipis 0,52 persen ke level US$1.976,5 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas di pasar spot bergerak menguat 0,63 persen ke level US$1.966,48 per troy ounce. Pada beberapa perdagangan terakhir, emas sempat menguji ke bawah level US$1.900 per troy ounce.

Adapun, hasil rapat The Fed yang akan berakhir pada Kamis (17/9/2020) dini hari WIB diharapkan memberikan kejelasan mengenai dukungan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian.

Sebelumnya, The Fed telah memangkas suku bunga acuannya menjadi hampir nol persen pada awal pandemi yang mendorong penguatan harga emas.

Miliarder sekaligus juga pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio sebelumnya mengungkapkan bahwa posisi dolar AS yang selama bertahun-tahun menjadi mata uang cadangan global dalam bahaya dikarenakan sensitivitasnya terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam mendukung ekonomi.

Sementara, pasar saham dan emas diuntungkan mengingat aliran dana hingga triliunan dolar AS melalui suntikan fiskal dan moneter pada akhirnya melemahkan posisi mata uang negara adidaya tersebut.

Managing Director GoldSilver Central Pte. Singapura Brian Lan mengatakan emas berada di level US$1.902 hingga US$1.995 dalam beberapa minggu dan terlihat masih berkonsolidasi.

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah menghancurkan banyak bisnis di beberapa negara, karenanya investor mengharapkan suku bunga acuan tetap rendah untuk saat ini.

“Karenanya kami tidak mengharapkan harga emas akan terpengaruh banyak oleh pertemuan Fed dan mungkin akan tetap dalam kisaran (US$1.902 hingga US$1.995) tersebut,” ungkapnya seperti dikutip Bloomberg, Rabu (16/9/2020).

Di sisi lain, Tim Riset Monex Investindo Futures mengatakan harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah outlook sikap dovish The Fed dalam kebijakan moneter terbaru mereka yang akan dirilis tengah malam nanti.

Hal ini disertai dengan adanya laporan yang mengatakan sekelompok anggota partai Demokrat dan Republik di Kongres AS yang meluncurkan undang-undang bantuan pandemi sebesar US$1,5 triliun. Fokus lainnya pada hari ini akan tertuju ke data penjualan ritel di Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini federal reserve
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top