Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra International Tbk. masih menantikan kejelasan mengenai rencana usulan terkait relaksasi pajak mobil baru yang diusulkan berlaku hingga akhir 2020.
Head of IR Astra International Tira Ardianti mengatakan belum dapat berkomentar lebih lanjut mengenai relaksasi pajak mobil baru yang diusulkan oleh pemerintah. Produsen otomotif itu menurutnya masih menunggu kejelasan mengenai kebijakan tersebut.
“Kami tunggu saja perkembangannya ke depan,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (15/9/2020).
Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kertasasmita disebut telah mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru. Kebijakan itu diharapkan dapat menstimulasi pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif pada masa pandemi Covid-19.
Agus mengatakan telah mengusulkan relaksasi pajak penjualan (PPn) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) kepada Menteri Keuangan. Selain itu, pihaknya menyatakan telah mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri agar merelaksasi bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor serta pajak progresif.
Berdasarkan laporan per Agustus 2020, penjualan mobil di bawah Grup Astra mencapai 16.773 unit pada Agustus 2020. Realisasi itu naik 65,41 persen dibandingkan dengan 10.140 unit bulan sebelumnya.
Baca Juga
Secara kumulatif, penjualan emiten berkode saham ASII itu sebanyak 166.418 unit pada Januari 2020—Agustus 2020. Sementara itu, penjualan pasar domestik pada periode yang sama sebesar 323.492 unit.
Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan penjualan mobil Astra dan nasional perlahan mengalami kenaikan pada Juni 2020—Agustus 2020. Emiten berkode saham ASII itu berharap pemulihan dapat terus berlanjut sehingga berkontribusi kepada penjualan mobil nasional.