Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tower Bersama (TBIG) Catatkan Obligasi Rp700 Miliar Hari Ini

Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2020 terdiri atas Seri A dan Seri B.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 09 September 2020  |  06:01 WIB
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. akan mencatatkan dua seri oblgasi di Bursa Efek Indonesia mulai Rabu (9/9/2020).

Emiten berkode saham TBIG itu akan mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2020 yang mendapat peringkat AA- dari Fitch Rating Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai wali amanat.

Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2020 terdiri atas Seri A dan Seri B. Untuk Seri A, nilai emisi senilai Rp231 miliar dengan tingkat bunga 6,3 persen dan tenor 1 tahun.

Adapun, Seri B memiliki jumlah pokok Rp469 miliar dengan tingkat bunga 8 persen dan tenor 3 tahun.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), TBIG, yang menjadi entitas usaha Grup Saratoga, memiliki Obligasi Berkelanjutan II Tower Bersama Infra Tahap III Tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp700 miliar yang akan jatuh tempo pada 19 September 2020. Surat utang itu memiliki tenor 3 tahun dengan tingkat kupon 8,4 persen.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengungkapkan berencana melunasi pinjaman itu dengan kombinasi cash internal dan penerbitan obligasi baru. Menurutnya, emisi surat utang akan dikhususkan untuk keperluan refinancing.

Helmy juga menilai saat ini kondisi pasar obligasi rupiah cukup kondusif. Menurutnya, cost of fund sudah baik dari sisi emiten dan cukup menguntungkan dari sisi investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi tower bersama emiten menara
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top