Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Turun 2 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Merosot Rp117,6 Triliun

Dana yang keluar dari Bursa Efek Indonesia mencapai raturan triliun di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 September 2020  |  07:36 WIB
Layar elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Abdurachman
Layar elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan adanya penurunan kapitalisasi pasar seiring dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan.

Dalam keterangan BEI, selama sepekan pada 31 Agustus – 4 September 2020, nilai kapitalisasi pasar bursa selama sepekan mengalami perubahan sebesar 1,90 persen menjadi Rp6.081,396 triliun dari Rp6.199,053 triliun pada pekan lalu. Artinya, dana keluar mencapai Rp117,68 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami koreksi 2 persen ke level 5.239,851 atau berubah dari level 5.346,659 pada pekan yang lalu.

Data rata-rata nilai transaksi harian pasar di bursa selama sepekan juga mengalami perubahan sebesar 7,93 persen menjadi Rp8,684 triliun dari Rp9,432 triliun pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, perubahan sebesar 9,72 persen terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian menjadi 715,901 ribu kali transaksi dari 792,960 ribu kali transaksi pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian bursa berubah sebesar 15,69 persen menjadi 12,718 miliar saham dari pekan lalu sebesar 15,085 miliar saham.

Investor asing pada Jumat (4/9/2020) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp990,86 miliar. Sepanjang 2020 mencatatkan jual bersih investor asing sebesar Rp31,2 triliun.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menjelaskan pergerakan IHSG yang cenderung fluktuatif selama pekan ini salah satunya disebabkan oleh munculnya isu resesi di Indonesia pada kuartal II/2020. Hal tersebut juga ditambah dengan pemulihan ekonomi dunia yang mulai menunjukan sinyal perlambatan.

“Pekan ini juga diwarnai dengan adanya rebalancing pada Indeks MSCI dan capital ouflow yang cukup besar,” ujarnya.

Selain itu, lonjakan kasus positif serta lambatnya penanganan virus corona di Indonesia juga menjadi penyebab lain. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para investor yang menanamkan modalnya di Indonesia.

Hendriko memperkirakan, pergerakan IHSG pekan depan masih berpotensi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Menurutnya, rilis data ekonomi berupa cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, serta penjualan retail akan menjadi sentimen utama pergerakan IHSG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham bursa efek indonesia kapitalisasi pasar
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top