Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Usai Cetak Rekor, Wall Street Bergerak Variatif

Indeks S&P 500 telah naik 7 persen pada Agustus 2020 dan ditutup pada rekor tertinggi, Jumat (28/8/2020). Indeks ini menuju penguatan bulanan kelima secara beruntun.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  21:12 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. -  Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks saham Amerika Serikat dibuka bervariasi seiring langkah investor mencermati prospek pertumbuhan ekonomi global dan stimulus bank sentral untuk memulihkan perekonomian.

Dilansir dari Bloomberg, indeks S&P 500 dibuka menguat menuju kenaikan bulanan kelima berturut-turut pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (31/8/2020). Namun, tidak berapa lama kemudian indeks tergelincir, turun 0,14 persen.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite berbeda jalan ; Dow Jones melemah 0,54 persen sedangkan Nasdaq naik 0,31 persen.

Untuk diketahui, indeks S&P 500 telah naik 7 persen pada Agustus 2020 dan ditutup pada rekor tertinggi, Jumat (28/8/2020). Adapun saham Apple Inc naik setelah melakukan aksi pemecahan nilai saham atau stock split.

Sementara itu, saham Microsoft Corp, Walmart Inc, dan Oracle Corp turun setelah China melansir bakal memblokir penjualan aplikasi video pendek TikTok.

Investor boleh dibilang sedang duduk nyaman dan tengah mencermati situasi terkait prospek pemulihan ekonomi global. Mereka tengah berhitung soal potensi kenaikan pasar saham ke depan.

Kalkulasi investor akan mencakup kasus Covid-19 yang masih meningkat di Amerika Serikat. Terlebih, India jadi episentrum baru wabah ini. Total 25 juta orang di seluruh dunia terinfeksi Covid-19.

Kepala strategi pasar global di Natixis Investment Manager Solution Esty Dwek mengatakan momentum tela melambat sehubungan dengan peningkatan kasus di AS dan Eropa. Namun, pemulihan ekonomi terus berlanjut.

"Bank sentral sudah menyatakan akan tetap ultra-akomodatif untuk waktu yang lama. Aset berisiko [seperti saham] kemungkinan akan tetap naik meskipun dalam perjalanannya mungkin akan bergelombang," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (31/8/2020).

Sementara itu, harga komoditas mulai menanjak. Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik di atas US$43 per dolar setelah Goldman Sachs Group menaikkan proyeksi akhir tahun.

Berikut perkembangan pasar lainnya :

Saham

  • Indeks S&P 500 sedikit berubah pada pukul 9:32 pagi waktu New York.
  • Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,2 persen.
  • Indeks Topix Jepang naik 0,8 persen.


Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit berubah.
  • Euro naik 0,3 persen menjadi $ 1,1939.
  • Yen Jepang melemah 0,6 persen menjadi 106,03 per dolar.
  • Rand Afrika Selatan melemah 1,2 persen menjadi 16,7904 per dolar.


Obligasi

  • Imbal hasil pada obligasi AS 10-tahun naik satu basis poin menjadi 0,73 persen.
  • Imbal hasil pada obligasi Italia 10 tahun naik 1 basis poin menjadi 1,05 persen.
  • Imbal hasil pada obligasi Jerman 10 tahunnaik satu basis poin menjadi -0,40 persen.
    Komoditas

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,7 persen menjadi $ 43,25 per barel.
  • Emas naik 0,2 persen menjadi $ 1,969.60 per ounce.
  • Perak menguat 1,9 persen menjadi $ 28,03 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top