Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gak Ada Matinya, Wall Street Kembali Cetak Rekor!

Wall Street kembali mencetak rekor usai Gubernur The Federal Reserve menyampaikan arah kebijakan bank sentral terkait penargetan inflasi. The Fed bakal mempetahankan tingkat suku bunga rendah dalam beberapa tahun dan menargetkan inflasi 2 persen.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  05:37 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor baru, terdorong oleh kebijakan baru bank sentral AS The Federal Reserve dalam pendekatan inflasi.

Dilansir dari Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2020) waktu setempat, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,67 persen ke posisi 3.508,01, level tertinggi sepanjang masa. Dalam setahun, indeks S&P 500 telah memberikan imbal hasil 21,47 persen.

Indeks Dow Jones Industrial dan Nasdaq Composite juga mengalami kenaikan, masing-masing 0,57 persen dan 0,60 persen. Kedua indek saham itu memberikan imbal hasil 10,05 persen dan 48,86 persen dalam setahun terakhir.

Wall Street terus terkerek usai pidato Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan bank sentral akan tetap akomodatif lebih lama melalui lebih banyak toleransi kenaikan harga konsumen. Sebagaimana diketahui, The Fed mematok laju inflasi 2 persen dan mempertahankan suku bunga di kisaran rendah untuk beberapa tahun ke depan. 

"Saham menikmati yang terbaik dari dua sisi karena sekarang banyak momentum pemulihan ekonomi sementara stimulus moneter menjadi sangat akomodatif dan stimulus fiskal juga kemungkinan akan segera terjadi," jelas ahli strategi pasar global StoneX  Yousef Abbasi seperti dilansir dari Bloomberg.

Kebijakan The Fed yang tersirat dari pidato Powell di Wyoming telah memberikan dorongan untuk pasar saham global yang sekarang menuju reli minggu kelima karena investor memantau kemajuan pengembangna vaksin. Hal ini ini turut membuat imbal hasil obligasi AS di sisi lain turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir.

"The Fed masih mendapatkan dukungan pelaku pasar dan pasar merespons secara positif prospek itu," kata Tracie McMillion, kepala strategi alokasi aset global untuk Wells Fargo Investment Institute.

 "Itu adalah konfirmasi bahwa ya, kita akan melihat suku bunga yang lebih rendah ini lebih lama," imbuhnya.

Berikut pergerakan pasar lainnya : 

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 0,7 persen menjadi 3.507,95, rekor tertinggi dengan reli tujuh hari berturut-turut.
  • Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6 persen menjadi 28.653,32, tertinggi dalam  enam bulan.
  • Indeks Gabungan Nasdaqnaik 0,6 persen menjadi 11.695,63, rekor tertinggi.
  • Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,5 persen menjadi 368,80, terendah dalam seminggu.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg merosot 0,9 persen menjadi 1.161,61, terendah lebih dari dua tahun.
  • Euro melonjak 0,6 persen menjadi $ 1,1898, terkuat dalam lebih dari seminggu.
  • Yen Jepang terapresiasi 1,1 persen menjadi 105,36 per dolar, terkuat dalam lebih dari empat minggu

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS tenordua tahun turun dua basis poin menjadi 0,13 persen, penurunan terbesar dalam lebih dari 11 minggu.
  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun dua basis poin menjadi 0,73 persen, penurunan pertama dalam seminggu
  • Imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun turun kurang dari satu basis poin menjadi 1,51 persen

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,1 persen menjadi $ 42,98 per barel.
  • Emas menguat 1,8 persen menjadi $ 1,963.79 per ounce, tertinggi dalam lebih dari seminggu

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as Kebijakan The Fed

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top