Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Eropa Tertekan Saham Pertambangan

Saham energi dan pertambangan memimpin kerugian di Bursa Eropa yang berbalik arah menjelang penutupan perdagangan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  05:20 WIB
Stoxx. -  Alex Kraus / Bloomberg
Stoxx. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Saham Eropa membalikkan kenaikan dalam akhir perdagangan setelah rilis data kepercayaan konsumen AS untuk Agustus mengecewakan pasar.

Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Selasa (25/8/2020) Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 0,3 persen di London setelah naik sebanyak 0,9 persen sebelumnya karena AS dan China menegaskan kembali komitmen mereka untuk kesepakatan perdagangan fase satu dalam tinjauan dua kali setahun.

Saham energi dan pertambangan memimpin kerugian di Stoxx. Saham minyak dan penambang masing-masing turun 1,3 persen atau lebih, sementara saham perjalanan dan rekreasi naik terbesar di antara kelompok industri.

Saham Eropa sebagian besar telah berkutat di level sejak awal Juni, setelah rebound tajam dari aksi jual hingga Maret. Ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang meningkatnya kasus virus corona telah meredam optimisme tentang pemulihan ekonomi.

Stoxx 600 pada hari Selasa sekali lagi menguji rata-rata pergerakan 200-hari, yang telah berjuang untuk dibersihkan secara meyakinkan sejak Juli.

Indeks Bahan Kimia Stoxx 600 sempat naik ke level tertinggi sepanjang masa, menghapus kerugian yang dipicu pandemi, sebelum berbalik lebih rendah di sore hari.

Di antara saham penggerak utama, Aveva Group Plc melonjak 7,3 persen setelah setuju untuk membeli Osisoft yang didukung SoftBank Group Corp. dalam kesepakatan senilai US$5 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa bursa global indeks stoxx 600
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top