Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, Cermati Saham-saham Berikut ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melemah pada perdagangan perdana pekan depan, melanjutkan pelemahan yang terjadi pada perdagangan terakhir pekan ini.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  18:00 WIB
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melemah pada perdagangan perdana pekan depan, melanjutkan pelemahan yang terjadi pada perdagangan terakhir pekan ini.

Pada perdagangan Jumat (7/8/2020), IHSG ditutup melemah0,66 persen ke level 5,143.89. Pelemahan IHSG didorong oleh sektor Infrastructure (-1.73%) dan Property (-1.38%).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menjelaskan pelemahan ini diakibatkan tensi politik antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas.

“IHSG ditutup melemah diakibatkan tensi politik diantara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas terkait perintah larangan bagi perusahaan atau individu AS untuk bertransaksi dengan ByteDance, China,” katanya dikutip dari riset, Sabtu (8/8/2020).

Dia memperkirakan pelemahan IHSG akan berlanjut pada perdagangan Senin (11/8/2020). Level support IHSG diperkirakan akan berada pada level 5.180 dan 5.218. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada level 5.112 dan 5.082.

“IHSG diprediksi melemah. Candlestick membentuk formasi dark cloud cover mengindikasikan potensi terkoreksi. Investor akan mencermati rilis laporan keuangan emiten kuartal II/2020 di mana saat ini adalah musim rilis laporan keuangan,” katanya.

Sementara itu, untuk trading portofolio perdagangan nanti, Dennies menyarankan hold untuk saham PT Merdeka Copper Cold Tbk. (MDKA), PT Surya Citra Media Tbk. (SMCA), dan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

PT PT Merdeka Copper Cold Tbk. (MDKA)

Target Price: Rp2.050—Rp2.100. Entry Level Rp1.780—Rp1.830. Stop loss: Rp2.850. Call: HOLD

Candlestick masih membentuk higher high dan higher low mengindikasikan trend bullish masih berlanjut.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)

Target Price: Rp3.120—Rp3.150. Entry level: Rp3.000—Rp3.030. Stop Loss: Rp2.970 Call: Spec Buy

Mengalami koreksi, Masih bergerak disekitar support.

PT Surya Citra Media Tbk. (SMCA)

Target Price: Rp1.350—Rp1.400. Entry Level: Rp950—Rp975. Stop Loss: Rp1.200. Call: HOLD

Mengalami koreksi, Masih bergerak disekitar support.

PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN)

Target Price: Rp880—Rp900. Entry Level: Rp830—Rp850. Stop Loss: Rp820. Call: HOLD

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG prediksi saham
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top