Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lini Bisnis Digital dan Fixed Broadband Topang Kinerja Telkom (TLKM) di Semester I/2020

Emiten berkode saham TLKM ini mencatat pendapatan Rp66,9 triliun dengan laba bersih Rp10,99 triliun pada semester I/2020. Adapun, Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) perseroan tumbuh 8,9 persen secara tahunan menjadi Rp36,08 triliun.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  13:37 WIB
Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah (tengah) bersama Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko (kanan) dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Dian Rachmawan melakukan seremoni groundbreaking HyperScale Data Center Telkom di area Bekasi, Kamis (9/7). - Istimewa
Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah (tengah) bersama Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko (kanan) dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Dian Rachmawan melakukan seremoni groundbreaking HyperScale Data Center Telkom di area Bekasi, Kamis (9/7). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan pendapatan sebesar Rp66,9 triliun pada semester I/2020 yang ditopang pertumbuhan kinerja lini bisnis Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome.

Emiten berkode saham TLKM ini mencatat pendapatan Rp66,9 triliun dengan laba bersih Rp10,99 triliun pada semester I/2020. Adapun, Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) perseroan tumbuh 8,9 persen secara tahunan menjadi Rp36,08 triliun.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menyampaika hal ini juga mendorong margin EBITDA perseroan tumbuh 6,2 ppt menjadi 54,0 persen. Sementara itu, margin laba bersih naik menjadi 16,4 persen dari sebelumnya 16,0 persen.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 tak dapat dipungkiri telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomuan dan industri telekomunikasi di Indonesia. Namun, dia menilai dalam kondisi menantang ini perseroan tetap bisa mencatatkan kinerja yang cukup baik.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang tidak dapat dipungkiri berdampak terhadap perekonomian dan industri telekomunikasi, Telkom masih bisa mencatat kinerja yang cukup baik dengan peningkatan profitabilitas perseroan di mana margin EBITDA dan margin laba bersih tercatat tumbuh dibandingkan tahun lalu. Kinerja Perseroan yang sehat juga tercermin dengan meningkatnya Arus Kas dari Kegiatan Operasi yang tumbuh 23,4 persen menjadi Rp34,2 triliun,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (8/8/2020).

Dia mengatakan kinerja bisnis perusahaan ini tidak lepas dari peningkatan lini bisnis Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome yang pendapatannya tumbuh masing-masing 13,5 persen dan 19,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Telkomsel mencatatkan pertumbuhan pada bisnis digital sebesar 13,5 persen menjadi sebesar Rp31,9 triliun dengan total kontribusi tumbuh hingga 72,4 persen dari total pendapatan Telkomsel. Dia menyampaikan kinerja ini dikontribusi oleh 160,1 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 105,1 juta.

Menurutnya, hal ini menyebabkan konsumsi layanan data tumbuh 43,8 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi 7.037 MB per pelanggan data dan menjadi tren positif bagi broadband ARPU. Begitupun dengan lalu lintas data yang juga meningkat 40,3 persen menjadi 4.255.250 TB.

Sepanjang semester pertama 2020 Telkomsel membangun sebanyak 15.831 BTS 4G. Hingga saat ini, Telkomsel telah memiliki total BTS sebanyak 228.066 unit atau tumbuh 11,7 YoY dengan BTS 3G dan 4G/LTE mencapai lebih dari 177 ribu unit atau 77,9 persen dari total keseluruhan.

Sementara itu, layanan fixed broadband IndiHome mencatatkan pendapatan Rp10,4 triliun yang dikontribusi dari 7,45 juta pelanggan. Jumlah pelanggan ini tumbuh 24,2 persen dari periode yang sama tahun lalu. Meski dihadapkan pada situasi pandemi, lanjutnya, IndiHome berhasil menambah lebih dari 448.000 pelanggan baru sepanjang 6 bulan pertama 2020.

Sementara itu segmen Enterprisem, perseroan terus menerapkan kebijakan bisnis dengan berfokus pada pembenahan secara fundamental serta perbaikan lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi. Salah satu lini bisnis yang menjadi fokus perseroan adalah data center.

Dia menyatakan saat ini Telkom memiliki data center di 22 lokasi dan baru saja melakukan groundbreaking data center tier 3 & 4 yang tahap pertamanya diperkirakan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2021.

Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan pendapatan 13,9 persen terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan Voice Wholesale.

Sepanjang semester I/2020 realisasi belanja modal perseroan mencapai Rp12 triliun, dengan alokasi utama untuk infrastruktur broadband, baik untuk mobile maupun fixed broadband. Sementara itu, pada bisnis mobile, belanja modal digunakan untuk pengembangan kualitas dan kapasitas jaringan 4G serta pengembangan sistem IT.

Selain itu, Ririek menyampaikan belanja modal perseroan juga digunakan untuk mpembangunan jaringan akses serat optik ker urmah serta jaringan backbone di segmen fixed broadband.

Ririek menyampaikan situasi panemi yang diperkirakan masih akan berlangsung akan emembarikan ruang bagi akeselerasi digital. Telkom, lanjutnya, akan memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan layanan bisnis digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat ke depannya.

“Situasi pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung memberikan ruang bagi akselerasi digital. Telkom melihat peluang ini untuk menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung oleh digital connectivity dan digital platform yang kuat. Telkom akan terus berinovasi memberikan produk dan layanan digital, tidak hanya untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat tapi juga untuk menggerakkan perekonomian nasional,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN telkom digital
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top