Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Teknologi Moncer, Wall Street Menguat

Saham teknologi terus memimpin kenaikan dalam periode tahun berjalan sehingga menopang reli indeks saham dalam empat bulan berturut-turut.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 31 Juli 2020  |  21:13 WIB
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York -  Bloomberg / Demetrius Freeman
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York - Bloomberg / Demetrius Freeman

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat di awal perdagangan akhir pekan menyusul reli pada sejumlah saham teknologi.

Dilansir dari Bloomberg, Wall Street merangkak naik saat emiten di sektor teknologi meredam koreksi pada saham di sektor energi.

Indeks S&P 500 memperpanjang reli bulanan dan indeks Nasdaq 100 melonjak 1,4 persen menyusul kinerja Apple Inc, Amazon.com Inc, Facebook Inc, dan Alphabet Inc cukup memuaskan di tengah pandemi yang memantik permintaan produk dan jasa emiten-emiten tersebut

Indeks S&P terpantau naik 0,43 persen dan secara kumulatif naik 5,16 persen dalam sebulan terakhir. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 0,01 persen. Dalam sebulan Dow Jones mencetak kenaikan 1,93 persen.

Sementara itu, Exxon Mobil COrp dan Chevron Corp membukukan kerugian terburuk dalam satu generasi setelah wabah virus corona (Covid-19) dan pasokan minyak berlebih telah menghujat seluruh lini bisnis perusahaan tersebut.

Saat indeks S&P 500 melanjutkan reli bulanan keempat berturut-turut, saham teknologi terus memimpin kenaikan dalam periode tahun berjalan. Hal ini membuktikan bahwa sektor teknologi menjadi favorit investor di tengah pandemi yang tidak diketahui kapan akan selesai.

Sejak bursa saham menyentuh titik nadir pada akhir Maret 2020 lalu indeks Nasdaq 100 telah menambah kapitalisasi pasar sebanyak US$4 triliun. Kinerja Nasdaq 100 tinggal menunggu waktu untuk memecahkan rekor 10 bulan berturut-turut dalam 20 tahun terakhir.

Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 terlihat masih berjuang untuk menembus level 1.500. Laju Russell terbilang volatil dalam sepekan terakhir. Level resisten untuk indeks tersebut diprediksi berada di sekitar 1.500.

Berikut perkembangan pasar keuangan utama dunia

Saham

  • Indeks S&P500 naik 0,5 persen di awal perdagangan Jumat pukul 09.30 Waktu New York
    Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,5 persen
    MSCI Asia Pacific Index merosot 1,2 persen

Mata Uang

  • Indeks Spot Dollar Bloomberg sedikit berubah
  • Euro sedikit berubah di level US$1,1845
  • Yen Jepang melemah 0,4 persen menjadi 105,12 per dolar AS

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun satu basis poin menjadi 0,53 persen
  • Imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun turun 2 basis poin menjadi -0,56 persen
  • Imbal hasil obligasi Inggris 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 0,071 persen

Komoditas

  • Minyak WTI naik 0,9 persen menjadi US$40,28
  • Emas menguat 0,9 persen ke posisi US$1.974,68

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top