Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sentimen Pengembangan Vaksin Corona, Ini Prediksi IHSG

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai pelaku pasar dalam negeri perlu berhati-hati dengan sentimen positif vaksin.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  05:20 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku pasar disarankan tetap berhati-hati dengan sentimen positif vaksin Covid-19 yang sempat membawa Indeks Harga Saham Gabungan melaju optimistis pekan lalu.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak positif selama sepekan pada periode 20 Juli – 24 Juli 2020. IHSG naik 0,07 persen sepanjang periode itu diiringi dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar 0,09 persen menjadi Rp5.890,664 triliun.

Pekan lalu, IHSG mendapat angin segar dari kabar uji coba vaksin Covid-19 oleh PT Bio Farma (Persero). Sentimen itu juga turut berimbas terhadap pergerakan saham-saham sektor farmasi khususnya anggota holding farmasi BUMN, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) dan PT Indofarma Tbk. (INAF).

Harga saham KAEF terbang 114,06 persen dalam sepekan ke level Rp2.740. INAF tidak ketinggalan dengan menguat 133,04 persen menuju Rp2.610.

Kendati demikian, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai pelaku pasar dalam negeri perlu berhati-hati dengan sentimen positif vaksin. Pasalnya, masih dibutuhkan waktu untuk memastikan kesuksesan vaksin tersebut.

“Selain itu masih ada potensi gagal pada pengujian fase 3,” jelasnya melalui riset yang dikutip, Senin (27/7/2020).

Hans memprediksi ada beberapa sentimen yang akan mempengaruhi laju IHSG pekan ini. Salah satunya kecemasan adanya kebijakan pengendalian seperti lockdown seiring dengan kenaikan infeksi Covid-19.

Di sisi lain, dia menyebut data Amerika Serikat (AS) mulai tidak terlalu baik. Pasar tengah menanti rilis produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua.

Kelanjutan konflik China dan AS turut menjadi perhatian pelaku pasar menyusul aksi saling tutup konsulat kedua negara. Risiko jangka pendek terbesar salah satu negara akan melangkah lebih jauh dan melanggar kesepakatan perjanjian fase satu.

Di tengah berbagai sentimen pekan ini, Hans memprediksi IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5.074—5.031. Adapun, resistance diperkirakan 5.162—5.200.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher memprediksi IHSG melemah pada sesi Senin (27/7/2020). Secara teknikal, Stokastik bergerak melebar di area overbought yang mengindikasikan indeks berpotensi kembali melemah.

Dennies memproyeksikan IHSG akan bergerak cenderung terbatas. Investor dibayangi kekhawatiran akan resesi dan kecenderungan wait and see menunggu laporan keuangan kuartal II/2020.

“Pergerakan juga masih dibayangi tingginya kasus Covid-19 harian,” paparnya.

Dia memprediksi IHSG akan bergerak dengan level support 1 5.054 dan support 2 5.027. Selanjutnya, resistance 1 5.129 dan resistance 2 5.129.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top