Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Catatkan Rugi Bersih, Saham Chandra Asri (TPIA) Anjlok 6 Persen

Hingga pukul 13.35 WIB, harga saham emiten bersandi TPIA itu anjlok 6,71 persen ke level Rp6.950 per saham. Pada pembukaan perdagangan, TPIA berada di level Rp7.400.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  14:00 WIB
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten. - Antara / Muhammad Iqbal
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten. - Antara / Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. anjlok pada perdagangan Senin (27/7/2020) setelah perseroan mengumumkan kinerja semester I/2020 yang mencatatkan rugi bersih.

Hingga pukul 13.35 WIB, harga saham emiten bersandi TPIA itu anjlok 6,71 persen ke level Rp6.950 per saham. Pada pembukaan perdagangan, TPIA berada di level Rp7.400.

Investor asing tercatat melego TPIA hingga sebesar Rp812,12 juta. Adapun, sepanjang tahun berjalan 2020, saham TPIA telah terkoreksi hingga 33,01 persen.

Untuk diketahui, perseroan membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$29,8 juta pada semester I/2020. Capaian itu berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu mencatatkan laba US$32,9 juta.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan bahwa penurunan sebagian besar disebabkan oleh pencapaian laba kotor yang melemah walaupun sudah diimbangi dengan pengurangan dalam pengeluaran operasi.

Perseroan membukukan pendapatan US$841,4 juta, turun 20,1 persen dibandingkan dengan semester I/2020 sebesar US$1,05 miliar. Sementara itu, beban pokok pendapatan pada enam bulan pertama tahun ini tidak jauh berbeda dengan raihan pendapatan, yaitu US$852,6 juta.

“Penurunan kinerja ini masih imbas dari siklus industri petrokimia dari 2019 dan kuartal I/2020. Namun, kami melihat ada pertumbuhan pada kuartal II/2020 yang diharapkan hembusan angin segar ini bertahan hingga akhir tahun 2020,” ujar Suryandi saat paparan kinerja kuartal II/2020 pada Senin (27/7/2020).

Di sisi lain, koreksi saham TPIA juga berimbas kepada saham induk perseroan, yaitu PT Barito Pacific Tbk. (BRPT). Dalam perdagangan yang sama, saham yang baru terdepak dari indeks LQ45 itu turun 6,81 persen ke level Rp1.095 per saham.

Sepanjang tahun berjalan 2020, saham telah turun 27,48 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham chandra asri barito pacific
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top