Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos Kalbe Farma (KLBF): Vaksin Covid-19 Didistribusikan Pertengahan 2021

KLBF dan Genexine sepakat untuk melakukan uji klinik GX-19 di Indonesia, yakni pengembangan vaksin DNA terhadap virus corona baru oleh konsorsium dengan beberapa institusi di Korea Selatan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  17:09 WIB
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius memberikan paparan saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (15/5/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius memberikan paparan saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (15/5/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mengakui sebenarnya tidak memiliki rencana untuk memproduksi vaksin pada tahun lalu.

Namun, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan kebutuhan masyarakat untuk terhindar dari infeksi Covid-19 di Indonesia membuat perseroan melakukan perubahan secara cepat.

“Kami langsung bekerjasama dengan pemain luar negeri yang punya teknologi, kita bahwa ke Indonesia. Kali ini, kami berpatner dengan Korea Selatan untuk melakukan riset secara internasional, uji klinis dengan menggunakan metode DNA,” ungkapnya dalam webinar Economic Outlook 2020 bersama Maybank, Rabu (22/7/2020).

Adapun, emiten berkode saham KLBF itu melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Genexine, Inc., suatu perusahaan obat biologi dari Korea Selatan untuk mengembangkan vaksin corona virus baru atau Covid-19 pada Mei lalu

KLBF dan Genexine sepakat untuk melakukan uji klinik GX-19 di Indonesia, yakni pengembangan vaksin DNA terhadap virus corona baru oleh konsorsium dengan beberapa institusi di Korea Selatan.

“Seandainya semua tahapan uji klinis berjalan dengan baik dan didukung oleh pemerintah dalam hal peraturan, maka kami perkirakan vaksin Kalbe bisa siap di pertengahan 2021,” tegas Vidjongtius.

Menurutnya, riset vaksin di seluruh dunia terus menunjukkan data sementara yang cukup optimis. Walhasil, pihaknya perlu menunggu beberapa bulan ke depan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Di sisi lain, KLBF juga mengambil bagian dalam uji klinis terhadap obat herbal biodiversitas Indonesia sebagai produk imunomodulator herbal dalam penanganan pasien COVID-19 yang dikoordinasikan oleh konsorsium Covid-19 Ristek/BRIN.

Dua produk yang akan mengikuti uji klinik ini yaitu produk berbahan dasar cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak yang terbuat dari ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto dan sembung.

Dari sisi penjualan produk, Vidjongtius mengatakan sektor farmasi masih mengalami pertumbuhan positif dengan rate yang lebih rendah dibandingkan tahun 2019. Ekspor perseroan ke luar negeri, lanjutnya, masih memungkinkan untuk dilakukan perseroan seperti penjualan di Asia Tenggara atau negara berkembang lainnya.

“Termasuk kita harus memilih produk apa yang cocok dengan negara tujuan misalnya Mixagrip obat flu Kalbe sudah nomor satu di Myanmar. Diabetasol, susu diabetes juga nomor satu di Filipina dan Srilanka,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan sektor kesehatan merupakan industri yang mampu bangkit lebih cepat, termasuk di dalamnya sektor konsumsi yang mampu memanfaatkan e-commerce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten farmasi vaksin kalbe farma
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top