Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kalbe Farma (KLBF) Catat Realisasi Capex 60 Persen, Buat Apa Saja?

Sepanjang 2020, Kalbe Farma mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebanyak Rp1 triliun. Hingga semester pertama 2020, realisasi belanja modal telah mencapai Rp600 miliar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  05:00 WIB
Gudang distribusi dan logistik Kalbe Farma yang dikelola anak usaha PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Jaringan distribusi Enseval menjangkau 74 cabang di 54 kota di Indonesia. - kalbe.co.id
Gudang distribusi dan logistik Kalbe Farma yang dikelola anak usaha PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Jaringan distribusi Enseval menjangkau 74 cabang di 54 kota di Indonesia. - kalbe.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Ketika sektor lain menahan alokasi belanja modal untuk menjaga neraca keuangan, ekspansi PT Kalbe Farma Tbk terus melaju. Hal ini tercermin dari penyerapan alokasi belanja modal yang ditetapkan perseroan.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan realisasi belanja modal perseroan telah mencapai Rp600 miliar dari anggaran sebanyak Rp1 triliun. Dengan kata lain, realisasi belanja modal emiten bersandi saham KLBF itu mencapai 60 persen.

“Kami telah menghabiskan 50 persen sampai dengan 60 persen belanja modal pada Semester I/2020,” katanya kepada Bisnis, Minggu (5/7/2020).

Belanja modal yang telah terserap digunakan untuk penyelesaian relokasi pabrik Bintang Toedjoe dan Saka Farma ke Cikarang. Di samping itu, belanja modal juga telah digunakan untuk pembangunan gudang Enseval Putera Mega Trading dan Global Chemindo Megatrading.

Vidjongtius mengatakan sisa anggaran belanja modal akan digunakan untuk memproduksi produk suplemen. Dia menambahkan, hingga akhir tahun, Kalbe Farma berencana merilis satu hingga dua produk suplemen baru guna menggenjot penjualan.

Kalbe Farma optimis produk baru bisa diserap oleh masyarakat seiring dengan pembukaan kembali aktivitas dalam skenario kenormalan baru. Vidjongtius menyebut, saat roda ekonomi mulai dibuka secara bertahap, aktivitas konsumen mulai muncul kembali. 

Oleh sebab itu perseroan meluncurkan produk anyar. Hal ini, katanya, memberikan harapan penjualan semester kedua bisa lebih baik dari semester pertama. Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu, Kalbe Farma mencetak omzet sebesar Rp22,63 triliun atau tumbuh 7,4 persen secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalbe farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top