Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seperti di Negeri Jiran, Saham Produsen Sarung Tangan Indonesia Juga Melonjak

Saham Mark Dynamics Indonesia melonjak 67 persen dalam periode tahun berjalan. Produsen yang berkaitan dengan sarung tangan menadpat apresiasi sangat tinggi dari invesstor.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  17:07 WIB
Produk PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. - markdynamicsindo.com
Produk PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. - markdynamicsindo.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah saham produsen sarung tangan melonjak sejak dua tiga bulan terakhir. Hal ini dipicu lonjakan permintaan sarung tangan seiring dengan jumlah kasus infeksi virus corona (Covid-19) yang terus bertambah.

Di Malaysia, saham tiga produsen sarung tangan naik gila-gilaan sejak awal tahun atau periode tahun berjalan. Pada penutupan perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, saham tiga produsen melonjak antar 

  • Top Glove Corp Berhad naik 8,01 persen ;  secara year to date melesat 433,76 persen.
  • Supermax Corp Berhad naik 3,95 persen ; secara year to date meroket 1.243 persen
  • Kossan Rubber Industries naik 5,93 persen ; secara year to date 234,75 persen.

Tidak ketinggalan, di Indonesia juga terdapat produsen cetakan sarung tangan yang tercatat di bursa efek, yaitu PT MArk Dyamics Indonesia Tbk. Perusahaan yang memiliki kapasitas 700.000 potong per bulan ini mengalami lonjakan harga saham signifikan dalam periode tahun berjalan. 

Saham berkode MARK tercatat di level 765 pada penutupan perdagangan Senin (17/7/2020), turun 3,16 persen. Kendati kinerja harian turun, harga saham MARK saat ini naik 67 persen. Kinerja tersebut tentu saja mentereng ketimbang indeks harga saham gabungan yang terkoreksi hampir 20 persen sejak awal tahun.

Dilansir dari Bloomberg, produsen sarung tangan diperkirakan bakal mendulang banyak cuan pada tahun depan. Penjualan yang moncer seiring peningkatan permintaan diharapkan bisa membuat pendapatan naik lebih 100 persen pada tahun depan.

Peluang saham pembuat sarung tangan mendapatkan lebih banyak alokasi dana institusi institusional juga akan meningkat karena sebelumnya perusahaan-perusahaan kecil menjadi cukup besar untuk dimasukkan dalam indeks utama diikuti oleh investor internasional.

"Reli pembuat sarung tangan ini mengingatkan kita kepada Tesla. Tapi sektor ini punya prospek lebih pasti ketimbang Tesla," kata Ross Cameron, pengelola dana di Northcape Capital Ltd, manajer investasi yang memiliki dana kelolaan US$ 7 miliar secara global.

Manajer investasi dan analis memprediksi produsen sarung tangan sukar kehilangan pasar karena permintaan datang silih berganti dari berbagai negara. Harga sarung tangan juga tengah meroket dan produsen secara agresif telah menambah kapasitas produksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mark Dynamics Indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top