Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemegang Saham Armada Berjaya Trans (JAYA) Siap Listing di BEI

Prima Globalindo Logistik menawarkan 150 juta lembar saham. Harga pelaksanaan IPO dibanderol senilai Rp110.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  14:07 WIB
Prima Globalindo Logistik
Prima Globalindo Logistik

Bisnis.com, JAKARTA— PT Prima Globalindo Logistik akan segera melakukan pencatatan atau listing perdana di Bursa Efek Indonesia pada 20 Juli 2020.

Berdasarkan data di laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dikutip Rabu (15/7/2020), Prima Globalindo Logistik telah melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 13 Juli 2020—14 Juli 2020. Penjatahan akan dilakukan pada 16 Juli 2020.

Prima Globalindo Logistik menawarkan 150 juta lembar saham. Harga pelaksanaan IPO dibanderol senilai Rp110.

Bersamaan dengan rencana IPO, perseroan juga menerbitkan sebanyak 210 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan. Harga pelaksanaan waran dibanderol Rp152.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang lima saham baru perseroan berhak memperoleh tujuh Waran I di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Prima Globalindo Logistik dijadwalkan akan melakukan pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Juli 2020. PT UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Prima Globalindo Logistik memiliki kegiatan usaha utama di bidang jasa pengurusan transportasi. Penggunaan dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk modal kerja termasuk tidak terbatas kepada biaya terkait pengurusan jasa transportasi seperti biaya internationl ocean freight, biaya pelabuhan negara tujuan, biaya lifting bongkar muat di depot petikemas dan pelabuhan, serta port of destination charges.

Alokasi detail penggunaan dana yakni sekitar 81,88 persen biaya-biaya terkait freight forwarding export, 12,24 persen trucking export, 5,12 persen freight forwarding import, dan 0,76 persen terkait trucking import. 

Dalam laporan tahunan 2019 PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA), Prima Globalindo Logistik menjadi pemegang 29,40 persen saham perseroan. Direktur Utama Armada Berjaya Trans Darmawan Suryadi tercatat memegang kepemilikan 79,93 persen di Prima Globalindo Logistik sebelum terdilusi lewat penawaran umum perdana saham.

Selain Darmawan, Komisaris Utama Armada Berjaya Trans Jap Astrid Patricia juga merupakan salah satu pemegang saham Prima Globalindo Logistik dengan persentase 0,07 persen sebelum dilakukannya IPO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top