Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepekan IPO, Saham UANG dan PGUN Terus-terusan ARA

Sejak IPO pada pekan lalu, saham PT Pakuan Tbk. (UANG) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) naik lebih dari 160 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  13:30 WIB
Dewan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pradiksi Gunatama Tbk. - PGUN
Dewan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pradiksi Gunatama Tbk. - PGUN

Bisnis.com, JAKARTA – Sepekan setelah pelaksanaan penawaran umum perdana perdana atau initial public offering (IPO) saham PT Pakuan Tbk. (UANG) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) masih terkena auto reject atas (ARA) karena naik melebihi batas atas.

Berdasarkan data Bloomberg, saham UANG terkena ARA hanya dari 10 menit perdagangannya pada Senin (13/7/2020) dengan kenaikan 110 poin atau 25 persen ke level Rp550. 

Adapun, sejak periode IPO pada Senin (6/7/2020) lalu, saham UANG sudah meningkat drastis 382 poin atau 227,38 persen. Hal ini menandai genap enam hari saham UANG terus mengalami ARA.

Sepanjang satu minggu terakhir, besaran transaksi saham UANG adalah sebesar Rp6,5 miliar yang didominasi oleh aksi jual beli investor dalam negeri dengan broker Mandiri Sekuritas dan Jasa Utama Capital Sekuritas.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Pakuan adalah emiten yang bergerak di bidang penyediaan akomodasi dan real estate yang menerima dana segar sebesar Rp34,37 miliar.

Dana yang diperoleh tersebut seluruhnya akan digunakan untuk penambahan modal kerja proyek Sawangan Lake View yang merupakan rencana perseroan dalam mengembangkan properti residensial dan komersial dengan fokus untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Sawangan

Direktur Utama Pakuan Ridwan Utama mengatakan berdasarkan potensi nilai utama aset yang dimilikinya yaitu lokasi tanah yang strategis, rencana pengembangan properti residensial ini merupakan langkah yang tepat untuk diambil.

"Kami mengambil peluang dari peningkatan kebutuhan perumahan dengan harga terjangkau di pinggiran kota Jakarta," katanya dikutip dari keterangan resmi, Senin (6/7/2020).

Tak jauh berbeda, saham PGUN juga terkena ARA hanya dari 5 menit perdagangan dengan kenaikan 24,69 persen atau 80 poin ke level Rp404 pada Senin (13/7/2020). 

Sejak periode IPO pada Selasa (7/7/2020) lalu, saham PGUN sudah menanjak 249 poin atau 160,64 persen. Hal ini berarti sudah lima hari saham PGUN masih mengalami ARA. 

Sepanjang sepekan terakhir, besaran transaksi saham PGUN adalah sebesar Rp2,8 miliar yang didominasi oleh aksi jual beli investor domestik dengan broker Kresna Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Pradiksi Gunatama adalah perusahaan dalam bidang usaha perkebunan dan pengolahan kelapa sawit terpadu.

Direktur Keuangan dan Administrasi Pradiksi Gunatama Tamlikho sebelumnya mengatakan dari aksi korporasi tersebut perseroan akan mendapatkan dana sebesar Rp103,5 miliar. 

Ia melanjutkan, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan perseroan untuk belanja modal seperti membuka lahan dan tanaman baru, pengembangan dermaga (jetty), dan pembangunan berupa pengerasan jalan.

Dana tersebut juga nantinya akan digunakan untuk membangun fasilitas perumahan karyawan dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transaksi saham auto rejection
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top