Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aktif IPO saat Pandemi, Bursa Asia Kumpulkan Dana US$46,2 Miliar

Perusahaan-perusahaan di Asia mendulang dana sebesar US$46,2 miliar dari penjualan saham perdana selama paruh pertama tahun 2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  07:52 WIB
Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg
Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan di Asia berkontribusi hampir setengah dari total dana yang didapat dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham secara global selama semester I/2020.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (15/7/2020), perusahaan-perusahaan di Asia mendulang dana sebesar US$46,2 miliar dari penjualan saham selama paruh pertama tahun 2020. Jumlah tersebut mencakup 49 persen dari keseluruhan uang yang didapat pada pasar global senilai US$93,9 miliar.

Dari jumlah tersebut, perusahaan asal China menyumbang jumlah dana terbesar dari penjualan saham di Asia pada kuartal II/2020. Hal ini terjadi seiring dengan pembukaan kegiatan ekonomi di Negeri Panda yang lebih cepat dari perkiraan.

Selain itu, perusahaan di negara tersebut yang lebih memilih melakukan penawaran perdana saham di China ketimbang negara lain karena tensi perang dagang. Salah satu perusahaan dengan sumbangan dana terbanyak adalah JD.com Inc yang meraup US$4,46 miliar setelah melakukan IPO di Hong Kong.

Beijing-Shanghai High Speed Railway Co., mengumpulkan dana US$4.34 miliar setelah melakukan IPO di China pada Januari lalu. NetEase Inc., perusahaan teknologi dan gaming, mendulang dana sebesar US$3,13 miliar saat melakukan IPO di Hong Kong pada Juni lalu.

“Respon penanganan virus corona di Asia yang amat cepat mendorong optimisme investor di wilayah ini. Kami melihat banyak perusahaan bioteknologi dan kesehatan yang melakukan penawaran perdana di Hong Kong karena valuasi saham yang menunjukkan tren kenaikan,” jelas Kenneth Chow, Co-Head Equity Capital Markets Asia di Citigroup Inc.

Faktor lain yang mendorong masuknya dana di pasar Asia adalah penurunan yang terjadi pada pasar Eropa dan Amerika Serikat. Tren yang telah terjadi selama setahun belakangan ini kian memburuk setelah terjadinya pandemi virus corona yang mengakibatkan pembelakuan kebijakan lockdown.

Jumlah dana dari penawaran saham perdana yang dilakukan oleh perusahaan Eropa terkoreksi 50 persen pada semester I/2020. Sementara itu, hasil IPO yang dilakukan oleh perusahaan asal Amerika Serikat juga menurun 13 persen.

Di sisi lain, perusahaan di Asia mengumpulkan uang 54 persen lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu.

Perusahaan di wilayah Asia cenderung mendulang dana lebih banyak pada paruh kedua tahun berjalan, sekitar 53 persen dari total keseluruhan uang di pasar global.

Pada semester II/ 2019 lalu, pasar Asia menyumbang 52 persen dari jumlah dana penawaran saham di dunia, yang salah satunya ditopang oleh IPO Alibaba Holding Ltd yang mengumpulkan US$13 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia ipo bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top