Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Segmen Hotel Surya Semesta Internusa (SSIA) Mulai Pulih

Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) manajemen memutuskan untuk menghentikan operasional segmen hotel sejak April.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  10:50 WIB
Banyan Tree Ungasan Resort - suryainternusa.com
Banyan Tree Ungasan Resort - suryainternusa.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Segmen perhotelan PT Surya Semesta Internusa Tbk. mulai pulih sejak kembaki dibuka pada Juni.

Sebagaimana diketahui, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) manajemen memutuskan untuk menghentikan operasional segmen hotel sejak April. Investor Relation Surya Semesta Internusa Erlin Budiman mengatakan kondisi itu kini mulai pulih sejak kenormalan baru mulai ditetapkan.

Meski tidak memberikan angka detil mengenai okupansi kamar, Erlin mengatakan sudah ada perbaikan dibandingkan ketika saat operasional ditutup.

"Sebelumnya hotel kami tutup kemudian pada bulan Juni sudah buka. Namun, belum kembali normal okupansi kamar hanya saja ada peningkatan dari minggu ke minggu," katanya kepada Bisnis pada Rabu (15/7/2020).

Menurutnya secara perlahan kamar-kamar hotel mulai terisi. Sebagai informasi, emiten berkode saham SSIA itu memiliki 3 jaringan hotel yakni Hotel Melia, Batiqa dan Banyan Tree Ungasan.

Dari ketiga jaringan hotel itu, Erlin mengatakan Batiqa cabang Pekanbaru dan Palembang memiliki perkembangan yang cukup baik.

Berdasarkan data perseroan unit bisnis perhotelan SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp142,9 miliar kuartal I/2020 turun 15,1 persen dibandingkan dengan tahun lalu Rp168,2 miliar. Sekitar 69,8 persen dari total pendapatan perhotelan dihasilkan oleh Gran Melia Jakarta (GMJ) dan Melia Bali hotel (MBH).

Tingkat hunian GMJ untuk kuartal I/2020 berada di 22,7 persen dari 43,8 persen di kuartal I/2019. Selagi tarif kamar rata-rata untuk kuartal pertama 2020 adalah sekitar US$95,8 dari US$89,6. Sementara tingkat hunian MBH di kuartal I/2020 di 58,9 persen menurun dari 69,1 persen. Namun, MBH berhasil meningkatkan ARR menjadi US$113,1 di kuartal I/2020 dari US$105,2 di kuartal I/2019.

Perseroan mengaku telah melihat tingkat okupansi hotel turun secara signifikan dan menutup beberapa hotel bintang lima. Terutama sejak akhir Maret dan awal April hingga perkiraan akhir Mei 2020.

Hal itu pun diyakini akan memberikan kontraksi sekitar 50-60 persen terhadap pendapatan perhotelan untuk periode kuartal II/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surya semesta internusa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top