Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surya Semesta Internusa (SSIA) Dapat Relaksasi Pinjaman dari Dua Kreditur

Surya Semesta Internusa (SSIA) telah mendapat persetujuan dari dua kreditur untuk memperoleh masa tenggang atau grace period pembayaran angsuran selama 6-12 buan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  19:56 WIB
Surya Semesta Internusa (SSIA) Dapat Relaksasi Pinjaman dari Dua Kreditur
Kawasan Industri Surya Cipta, Kawarang. Kawasan ini dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. - suryainternusa.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Surya Semesta Internusa Tbk. menyiapkan tujuh strategi untuk meredam dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja perseroan.

Strategi yang disiapkan antara lain  manajemen kas dan likuiditas yang lebih kuat. Hal itu termasuk mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting.Perseroan juga akan melakukan stress test pada proyeksi arus kas secara keseluruhan. Emiten bersandi saham SSIA itu juga meninjau kembali perencanaan keuangan secara group. 

“[Kami] Akan meminta relaksasi pinjaman dari kreditur untuk memitigasi risiko likuiditas,” sebut manajemen dalam keterangan resminya pada Senin (15/6/2m020).

Menurutnya pada saat ini Mandiri dan BCA telah menyetujui untuk memberikan grace period 6- 12 bulan untuk cicilan pokok termasuk memperpanjang tenor pinjaman serta melakukan penurunan suku bunga. Selain itu, SSIA juga sedang meminta relaksasi kepada International Finance Corporation (IFC).

Adapun strategi keenam dan ketujuh adalah menyesuaikan aktivitas operasi termasuk mengurangi kegiatan operasional di unit usaha perhotelan dan mempersiapkan strategi apabila situasi kembali normal.

Perseroan memperkirakan bakal ada koreksi kinerja pendapatan dan laba bersih kurang dari 25 persen pada rentang waktu April 2019 ke April 2020. Penurunan kinerja utamanya disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Head of Investor Relation SSIA Erlin Budiman mengatakan  SSIA harus menutup sementara jaringan hotel di Jakarta dan Bali. Segmen usaha Perhotelan mengalami penutupan sebagian aktivitas operasional, yaitu Gran Melia Hotel di Jakarta tutup operasional sejak akhir Maret 2020 dan mulai buka bertahap sejak Juni 2020.

“Melia Bali Hotel tidak menerima new booking selama April – Mei 2020, Banyan Tree Ungasan Resort mulai April 2020 hanya beroperasi dengan 5 villa,” ujar Erlin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surya semesta internusa
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top