Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Progres Soal Obat Covid-19, Bursa AS Fluktuatif

Bursa saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif pada awal perdagangan hari ini, Jumat (10/7/2020), saat investor mencermati dampak peningkatan kasus baru Covid-19 dan tanda-tanda progres penemuan pengobatan yang efektif.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  21:18 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif pada awal perdagangan hari ini, Jumat (10/7/2020), saat investor mencermati dampak peningkatan kasus baru Covid-19 dan tanda-tanda progres penemuan pengobatan yang efektif.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 naik tipis 0,09 persen atau 2,87 poin ke level 3.154,92 pukul 9.48 waktu New York.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average menanjak 0,43 persen atau 111,75 poin ke posisi 25.817,84 dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,44 persen atau 46,89 poin ke level 10.500,86.

Saham perusahaan biofarmasi Gilead Sciences Inc. naik setelah mengatakan bahwa pengobatan Remdesivir mengurangi risiko kematian Covid-19 sebesar 62 persen.

Menurut analisis baru dari data uji coba yang dirilis oleh perusahaan, obat eksperimental Remdesivir produksinya mengurangi risiko kematian untuk pasien Covid-19 sebesar 62 persen dibandingkan dengan perawatan standar.

Gilead berencana akan mempresentasikan temuannya di Konferensi Covid-19 Virtual sebagai bagian dari Konferensi AIDS Internasional ke-23.

Di sisi lain, rekor angka kematian yang tercatat di negara bagian Florida dan California, berikut kekhawatiran gelombang baru Covid-19 di Asia, kembali menjadi sorotan investor menjelang akhir pekan.

Stimulus fiskal dan moneter yang dilancarkan otoritas negara-negara dunia sejauh ini mampu menopang pasar, tetapi investor menantikan sinyal tentang dukungan tambahan yang mungkin tengah dalam proses.

Kepada Fox Business, Presiden Federal Reserve Bank wilayah Dallas Robert Kaplan berpendapat perlunya lebih banyak pengeluaran fiskal.

“Kita akan melihat periode shutdown berselang-seling selama sekitar satu tahun ke depan ketika kita masih bergulat dengan virus ini,” ujar manajer portofolio multi-aset di Pacific Investment Management Co. Erin Browne.

“Tapi saya tidak berekspektasi akan melihat penutupan ekonomi AS besar-besaran seperti yang kita lihat awal tahun ini,” tambahnya, seperti dilansir Bloomberg.

Sejalan dengan bursa AS, indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,7 persen, indeks MSCI Asia Pacific merosot 0,9 persen, dan indeks MSCI Emerging Market melemah 1 persen.

Di pasar mata uang, Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1 persen dan nilai tukar euro turun 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1309.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top