Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Global Tergelincir, IHSG Berakhir Merah Tertekan 7 Sektor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dari penguatannya dan ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2020), bersama bursa saham global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  16:12 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dari penguatannya dan ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2020), bersama bursa saham global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG berakhir di level 4.987,08 dengan koreksi hanya 0,04 persen atau 1,78 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (6/7/2020), IHSG mampu ditutup di level 4.988,87 dengan penguatan 0,3 persen atau 15,07 poin.

Padahal, sebelum tergelincir dari zona hijau, penguatan indeks terpantau sempat berlanjut hingga menembus level 5.000 pada awal perdagangan Selasa. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 4.982,33 – 5.011,71.

Sebanyak 7 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di teritori negatif, dipimpin properti dan barang konsumer yang masing-masing turun 0,41 persen. Tiga sektor lainnya berakhir di wilayah positif, dipimpin infrastruktur yang naik 0,66 persen.

Tercatat 138 saham menguat, 286 saham melemah, dan 149 saham berakhir stagnan. Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing turun 1,8 persen dan 2,3 persen menjadi penekan utama IHSG.

Mayoritas indeks saham di Asia ikut melorot, antara lain indeks Nikkei 225 Jepang (-0,44 persen), Kospi Korea Selatan (-1,09 persen), Hang Seng Hong (-1,38 persen), dan Taiex Taiwan (-0,20 persen).

Meski demikian, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China berhasil menguat 0,37 persen dan 0,60 persen masing-masing, kenaikan hari keenam beruntun. Pada Senin (6/7), kedua indeks saham utama China ini melonjak lebih dari 5 persen sekaligus mengerek bursa global.

Namun, setelah ditutup naik tajam pada perdagangan Senin, bursa Eropa melemah pada awal perdagangan hari ini. Begitu pula dengan kontrak berjangka indeks Amerika Serikat yang terpeleset setelah indeks saham Nasdaq mencetak rekor baru pada Senin.

Investor tampak mengambil jeda setelah mendorong kenaikan besar untuk pasar saham pada awal pekan ini meskipun peningkatan laju kasus Covid-19 secara global menimbulkan kekhawatiran tentang gelombang baru.

Lonjakan bursa saham China pada Senin (6/7) membantu mendorong saham global ke level tertinggi sejak awal Juni, dengan para pedagang menaruh keyakinan pada pemulihan ekonomi yang didukung oleh stimulus bank sentral dan pemerintah negara-negara di dunia.

Akan tetapi, kenaikan lebih lanjut untuk pasar saham bisa menjadi lebih berat sebelum dimulainya musim rilis laporan kinerja keuangan korporasi untuk kuartal kedua.

Menurut Kepala strategi pasar global di Invesco Kristina Hooper, kendati pasar saham tidak dikaitkan dengan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir, ada potensi bahwa musim laporan keuangan dapat menyatukannya kembali meskipun sementara.

“Dan membuat saham lebih sensitif terhadap kenaikan laju infeksi serta kemungkinan kurangnya stimulus fiskal,” sambung Hooper, dikutip dari Market Watch.

Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah lanjut ditutup menguat 50 poin atau 0,35 persen ke level Rp14.440 per dolar AS, setelah berakhir terapresiasi 32 poin di level 14.490 pada Senin (6/7).

Berikut pegerakan 10 sektor pembentuk IHSG hari ini, Selasa (7/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Bursa Asia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top