Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diadang Covid-19, Saham Lapis Kedua Ungguli Big Caps Sepanjang Semester I

Dalam 6 bulan terakhir, saham-saham lapis kedua atau berkapitalisasi kecil menengah mendominasi daftar 10 besar top leaders.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  10:54 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Saham-saham lapis kedua mendominasi jajaran top leaders indeks harga saham gabungan periode semester I/2020 atau berbanding terbalik dengan kondisi dalam 5 tahun terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 4.905,392 akhir sesi perdagangan semester I/2020 pada Selasa (30/6/2020). Pergerakan indeks terkoreksi 22,13 persen sepanjang periode berjalan 2020.

Dalam 6 bulan terakhir, saham-saham lapis kedua atau berkapitalisasi kecil menengah mendominasi daftar 10 besar top leaders. Emiten pendorong IHSG sepanjang semester I/2020 yakni SMMA, TOWR, CARE, MDKA, DNET, MYOR, STTP, DSSA, LIFE, dan TURI.

Sebaliknya, saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps menjadi penekan alias laggards IHSG. Daftar 10 besar top laggards IHSG dihuni oleh BBRI, BMRI, BBCA, ASII, TLKM, TPIA, BBNI, POLL, HMSP, dan BRPT.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan mengatakan emiten lapis kedua menjadi penopang IHSG di tengah penyebaran pandemi Covid-19. Kondisi itu karena valuasi saham yang relatif lebih murah.

“Valuasi saham lapis kedua relatif lebih murah dibandingkan dengan saham blue chips,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (30/6/2020).

Posisi ini berbanding terbalik dengan konstituen top leaders dan top laggards IHSG pada rentang semester I/2016—semester I/2019. Sebelumnya, saham-saham big caps lebih banyak menjadi pendorong utama penguatan bursa di dalam negeri.

Pada semester I/2019 misalnya, top leaders diisi oleh BBCA, BBRI, TLKM, FREN, BMRI, BRPT, BTPS, BBNI, JSMR, dan EXCL. Periode sebelumnya, daftar 10 besar pendorong indeks diisi oleh INKP, TKIM, MYOR, PTBA, BYAN, DNET, CPIN, INCO, BTPN, dan CASA.

Berikut daftar top leaders dan top laggards IHSG semester I/2016—semester I/2020

IHSG

Pergerakan

Leaders

Laggards

Semester I/2016

9,22

TLKM, UNVR, ASII, GGRM, ICBP, INDF, CPIN, HMSP, SMMA, BBRI

INTP, SMGR, BBRI, PGAS, BIRD, UNTR, TOWR, SUGI, AKRA, EMTK

Semester I/2017

10,06

BBRI, UNVR, BBCA, TLKM, BMRI, ASII, GGRM, UNTR, BBNI, DNET

BJBR, INCO, PGAS, MIKA, PPRO, INAF, ANTM, MPPA, PTPP, SMMA

Semester I/2018

-8,75

INKP, TKIM, MYOR, PTBA, BYAN, DNET, CPIN, INCO, BTPN, CASA

HMSP, BBRI, UNVR, ASII, TLKM, BBNI, BMRI, GGRM, INTP, KLBF

Semester I/2019

2,65

BBCA, BBRI, TLKM FREN, BMRI, BRPT, BTPS, BBNI, JSMR, EXCL

HMSP, CPIN, BDMN, ASII, TPIA, INAF, GGRM, INKP, PTBA, TCPI

Semester I/2020

-22,13

SMMA, TOWR, CARE, MDKA, DNET, MYOR, STTP, DSSE, LIFE, TURI

BBRI, BMRI, BBCA, ASII, TLKM, TPIA, BBNI, POLL, HMSP, BRPT

Sumber: Bloomberg, diolah

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top