Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Khawatir Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian, IHSG Terjungkal

IHSG terpantau melemah sejak awal perdagangan dan terus merayap di zona merah hingga penutupan pasar hari ini.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  15:46 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah menguat pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata tak berhasil mempertahankan posisinya dan kembali terkulai di perdagangan hari ini, Kamis (25/6/2020).

IHSG terpantau melemah sejak awal perdagangan dan terus merayap di zona merah hingga penutupan pasar. Indeks pun parkir di level 4.896,73 setelah terkoreksi 1,37 persen dibandingkan kemarin.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 93 saham yang menguat, sedangkan 324 saham memerah dan 142 lainnya stagnan.

Adapun sektoral, seluruh sektor kompak melemah. Adapun koreksi paling dalam dialami oleh sektor properti (-2,03 persen), sektor barang konsumsi (-1,72 persen), dan sektor manufaktur (-1,55 persen).

Aksi jual bersih investor asing juga turut menjadi penekan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. Tercatat, investor asing membukukan net sell dengan total nilai Rp225,72 miliar di seluruh pasar.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net foreign sell Rp61,2 miliar. Diikuti oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) yang masing-masing mencetak jual bersih asing Rp41,9 miliar dan Rp30,9 miliar.

Pergerakan indeks hari ini sejalan dengan bursa Asia lainnya yang juga memerah. Di Jepang, indeks Topix Tokyo terpantau melemah 1,18 persen dan indeks Nikkei 225 terkoreksi 1,22 persen. Sementara indeks Strait Times Singapura turun 1,47 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pasar Asia masih dibayangi oleh kekhawatiran mengenai berlanjutnya pandemi Covid-19 dan adanya potensi gelombang kedua (second wave).

Selain itu, turunnya harga komoditas dunia dan proyeksi IMF yang menyebut perekonomian dunia bakal -4,9 persen di tahun 2020 ini juga turut memicu kekhawatiran lain di antara pelaku pasar.

“Penetapan IMF yang memproyeksi perekonomian dunia minus 4,9% di tahun 2020 merupakan sentimen negatif bagi IHSG,” ujarnya, Kamis (25/6/2020)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top