Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR EMITEN: Menanti Geliat Emiten Semen, Kualitas Kredit Emiten Batu Bara

Fase reopening ekonomi yang berpotensi mendorong kembali aktivitas proyek infrastruktur dan konstruksi bangunan menjadi katalis positif yang mengerek laju saham semen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  07:50 WIB
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Berita mengenai katalis positif untuk saham emiten semen serta kualitas kredit emiten batu bara, antara lain, menjadi topik halaman market, portofolio, dan investasi edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (22/6/2020).

Berikut perincian topiknya:

Menanti Geliat Emiten Semen. Fase reopening ekonomi yang berpotensi mendorong kembali aktivitas proyek infrastruktur dan konstruksi bangunan menjadi katalis positif yang mengerek laju saham semen. Emiten pun bersiap meracik strategi untuk mendongkrak kinerja pada semester II/2020.

Berdasarkan data Bloomberg per 19 Juni 2020, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) menguat 10,47 persen dalam sebulan. Senada, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. juga melesat dobel digit dalam sebulan dengan kenaikan masing-masing 13,43 persen dan 11,35 persen.

Kualitas Kredit Emiten Batu Bara. Fokus Jaga Likuiditas Bisnis, JAKARTA — Emiten batu bara berupaya menjaga tingkat likuiditas untuk menghindari risiko penurunan kualitas kredit akibat koreksi pendapatan dan laba yang dipicu oleh pelemahan harga komoditas energi itu

Pasar Obligasi Kian Menarik. Penurunan suku bunga oleh bank sentral membuat instrumen surat utang Indonesia kian atraktif meski tidak serta merta dapat menarik kembali aliran dana asing dalam jumlah besar ke pasar obligasi Tanah Air.

Prospek GGRM & HMSP Terhambat Distribusi. Kendati pada kuartal pertama emiten rokok besar PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) masih bisa mencatatkan laba bersih, analis mulai khawatir mengenai prospek saham emiten rokok untuk kinerja satu tahun ini.

78 Emiten ‘Ditato’ BEI, Bagaimana Nasib Investor? Bursa Efek Indonesia mencatat ada 78 perusahaan publik yang mendapatkan notasi khusus atau tanda yang disematkan otoritas kepada emiten yang sahamnya perlu mendapat perhatian khusus karena sejumlah catatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kabar Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top