Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akuisisi Pinehill, Indofood CBP (ICBP) Proyeksikan Kenaikan Laba 20 Persen

Dengan rencana transaksi Pinehill yang dilakukan, ICBP dapat meningkatan pendapatan maupun laba bersih hingga rata-rata sekitar 20 persen per tahun.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  12:43 WIB
Indomie - Ilustrasi/indofood.com
Indomie - Ilustrasi/indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konsumer PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) mengestimasikan kenaikan laba bersih hingga 20 persen per tahun akibat dari akuisisi Pinehill Company Limited (PCL) atau Grup Pinehill.

Dalam keterangan perseroan melalui laman keterbukaan informasi, perseroan berpandangan positif terhadap aksi korporasi tersebut.

“Berdasarkan analisis inkremental, dengan rencana transaksi yang dilakukan, ICBP dapat meningkatan pendapatan maupun laba bersih hingga rata-rata sekitar 20 persen per tahun dibandingkan dengan tanpa dilakukannya rencana transaksi,” tulis manajemen dalam keterangannya, Senin (8/6/2020).

Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2019 yang diterbitkan di harian Bisnis Indonesia, perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 10,12 persen, menjadi Rp5,03 triliun pada tahun 2019.

Dengan kalkulasi perhitungan manajemen, maka pada tahun ini perseroan bisa saja meraup laba bersih hingga Rp6,04 triliun setelah transaksi akusisi diselesaikan.

Produsen Indomie tersebut juga berpendapat, dengan melaksanakan rencana transaksi, ICBP dapat memperoleh posisi strategis yang sejalan dengan rencana bisnis jangka panjangnya dengan memperkuat posisi pasarnya pada 8 negara lokasi grup Pinehill Company Limited beroperasi.

Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2019 sesudah transaksi, marjin laba kecuali marjin laba kotor mengalami sedikit penurunan karena pencatatan biaya jasa profesional.

Sementara itu, debt to equity ratio (DER) dan debt to assets ratio (DAR) mengalami peningkatan yang signifikan karena sebagian besar dana atas rencana transaksi dibiayai melalui pinjaman.

Return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) juga mengalami penurunan karena adanya peningkatan pada biaya jasa profesional serta kenaikan aset dan modal.

Terkait transaksi akuisisi jumbo sebesar US$2,99 miliar, ICBP menyatakan mempunyai natural hedging dari pendapatan dalam mata uang asing yang diperoleh dari penjualan ekspor, jasa teknis serta dividen dari grup target. Rencana transaksi terlaksana sebagai strategi untuk menghadapi volatilitas nilai tukar mata uang asing yang menjadi mata uang transaksi.

Kendati demikian, anak usaha dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) tersebut pun menyatakan mayoritas transaksi akan dibiayai oleh utang bank dengan tenor pinjaman selama 5 tahun.

“Target waktu perolehan fasilitas pinjaman adalah setelah diperolehnya seluruh persyaratan awal dari rencana transaksi, yang pemenuhannya tidak dapat diabaikan, dengan batas waktu tanggal 28 Agustus 2020,” sambung manajemen.

Terakhir, mengenai perubahan tingkat bunga, saat ini perseroan masih dalam tahap diskusi dengan para kreditur potensial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi indofood Kinerja Emiten indofood cbp sukses makmur
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top