Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sinyal Positif Ekonomi Dorong Bursa AS Menguat di Awal Perdagangan

Bursa saham Amerika Serikat menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020) menyusul serangkaian stimulus baru dan sinyal ekonomi positif membayangi kerusuhan sosial di AS.
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange./ Michael Nagle - Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange./ Michael Nagle - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020) menyusul serangkaian stimulus baru dan sinyal ekonomi positif membayangi kerusuhan sosial di AS.

Dilansir dari Bloomberg, indeks Dow Jones terpantau menguat 0,55 persen atau 150,5 poin ke level 25.615,52, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,17 persen atau 5,07 poin ke level 3.060,80.

Bank memimpin kenaikan awal pada Indeks S&P 500. Sementara itu, produsen senjata melanjutkan penguatan menyusul Presiden Donald Trump untuk mengerahkan pasukan dalam jumlah besar jika kota-kota dan negara-negara bagian tidak bertindak untuk menahan kekerasan dari protes atas kebrutalan polisi.

Ekspektasi terhadap stimulus juga menggerakkan indeks Stoxx Europe 600 ke level tertinggi 12 pekan setelah Kanselir Angela Merkel berusaha untuk menggagalkan paket bantuan kedua untuk Jerman.

Investor telah mendorong saham ke level tertinggi dalam tiga bulan karena bisnis dibuka kembali di seluruh dunia dan indikator manufaktur menunjukkan ekonomi stabil setelah penutupan akibat virus corona.

Tetapi sejumlah risiko masih ada, termasuk ketegangan hubungan AS-China yang dapat membahayakan kesepakatan perdagangan yang dimenangkan dengan susah payah.

Demonstrasi yang terkadang berakhir dengan kerusuhan di berbagai kota di AS untuk memprotes pembunuhan George Floyd, seorang pria kulit hitama, oleh petugas kepolisian menjadi sumber kekhawatiran lain bagi investor.

"Fokus utama sekali lagi muncul pada prospek jangka panjang dari pelonggaran lockdown di seluruh dunia, meskipun jika kekerasan di jalan-jalan AS berlanjut lebih lama, investor AS mungkin harus menghadapi lockdown dari jenis yang berbeda, yang dikenakan oleh National Guard,” kata Michael Hewson, seorang analis di CMC Markets, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, European Central Bank (ECB) diperkirakan akan menambah program pembelian aset senilai 500 miliar euro pembelian pada pertemuan kebijakan Kamis mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper