Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengeluaran Konsumen Turun Tajam, Bursa AS Terseok-seok pada Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 turun 0,27 persen atau 8,11 poin ke level 3.021,62 pada pukul 08.35 pagi waktu New York.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  21:25 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. -  Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif pada awal perdagangan hari ini, Jumat (29/5/2020), saat investor mencermati rekor penurunan pengeluaran konsumen AS menjelang konferensi pers yang direncanakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas China.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 turun 0,27 persen atau 8,11 poin ke level 3.021,62 pada pukul 08.35 pagi waktu New York.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average melandai 0,25 persen atau 63,91 poin ke posisi 25.336,73 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,55 persen atau 51,15 poin ke level 9.420,14.

Memasuki akhir perdagangan Mei, indeks S&P 500 harus terseok-seok setelah rilis data pengeluaran konsumen, yang menjadi penggerak ekonomi AS, menunjukkan penurunan sebesar 13,6 persen pada April 2020 dari bulan sebelumnya.

Tak hanya lebih tajam dari estimasi median penurunan sebesar 12,8 persen oleh para ekonom dalam survei Bloomberg, penurunan pada April adalah yang tertajam dalam pencatatan sejak tahun 1959.

Sementara itu, Trump mengatakan akan mengumumkan kebijakan-kebijakan baru AS tentang China pada Jumat (29/5) waktu setempat, menyusul keputusan pemerintah China untuk meloloskan undang-undang keamanan nasional yang membatasi kebebasan di Hong Kong.

Rencana Trump tersebut telah menjungkirbalikkan bursa saham AS ke zona merah pada akhir perdagangan Kamis (28/5/2020), seiring dengan bangkitnya kekhawatiran atas eskalasi ketegangan antara Washington dan Beijing.

Namun, tanda-tanda bahwa ia akan berhenti mempersoalkan status perdagangan Amerika dengan Hong Kong sedikit meredakan urat pasar. Saham perusahaan teknologi pun bergerak ke posisi sedikit lebih tinggi.

Sementara itu, pasar juga menantikan petunjuk langkah lebih lanjut untuk kebijakan Federal Reserve yang mungkin akan disampaikan pada Jumat (29/5) ketika Gubernur The Fed Jerome Powell ambil bagian dalam suatu diskusi virtual.

“Saya sangat berhati-hati dengan prospek pasar jangka menengah dan panjang,” tutur Kate Jaquet, manajer portofolio di Seafarer Capital Partners LLC., dikutip dari Bloomberg.

“Saya merasa ada keterputusan yang sangat besar antara valuasi pasar saham di seluruh dunia dan fundamental-fundamental perusahaan yang mendasarinya,” tambahnya.

Sejalan dengan pergerakan bursa AS, indeks Stoxx Europe 600 melemah 0,6 persen dan indeks MSCI Asia Pacific Index turun 0,2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top