Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Domestik Hijaukan IHSG Pagi Ini

Investor domestik mencatatkan beli bersih sekitar Rp100 miliar pada awal sesi perdagangan hari ini. Saham-saham perbankan menjadi inceran investor.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  10:09 WIB
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangsek ke zona hijah pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (28/5/2020), melanjutkan tren yang terjadi pada hari sebelumnya.

IHSG langsung dibuka dengan penguatan sebesar 0,29 persen ke level 4.655,02 hingga pukul 09.05 WIB. Sinyal penguatan itu terus berlanjut, dan mendorong IHSG hingga mencapai level 4.706,05, atau meningkat 1,39 persen pada pukul 09.23 WIB.

Dari seluruh emiten yang diperdagangakan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebnayak 196 saham mengalami penguatan, sedangkan 120 lainnya melemah. Di sisi lain, 126 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Pendorong penguatan IHSG pada hari ini adalah mulai kembali bergeliatnya aktivitas investor domestik yang mencatatkan beli bersih sekitar Rp100 miliar pada awal sesi perdagangan hari ini.

Sementara itu, investor asing justru lebih banyak melakukan penjualan saham pada hari ini. Di awal sesi perdagangan ini, total net sell atau jual bersih yang dilakukan investor asing mencapai sekitar Rp94,61 miliar.

Penguatan IHSG ini didukung oleh menguatnya saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

BBRI menguat 5,32 persen ke level Rp2.770 per saham, sementara itu BBCA menguat 4,93 persen ke level Rp26.050 per saham. Kedua saham ini masih mencatatkan beli bersih asing, masing-masing sebesar Rp195,46 miliar dan Rp171,74 miliar.

Sejauh ini hanya BBRI dan BBCA yang penguatannya diriingi dengan beli bersih oleh investor asing. Penopang penguatan lainnya seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. justru mengalami jual bersih asing.

Kondisi ini juga terhadi pada dua saham dengan turnover paling tinggi pada awal sesi perdagangan hari ini, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), yang masing-masing menguat 1,2 persen dan 6,7 persen.

Kedua saham ini berhasil rebound setelah tersungkur dalam perdagangan beberapa hari sebelumnya. ICBP kini menguat ke kisaran Rp8.400 per saham, sedangkan INDF menguat ke level Rp5.975 per saham.

Meski begitu, asing rupanya malah getol menjual saham ICBP dan INDF. Jual bersih terhadap ICBP tercatat sebesar Rp334,32 miliar. Namun, beli bersih invesotr dokesti menapai lebih dari Rp350 miliar.

Sementara itu, pada saham INDF, investor asing membukukan jual bersih Rp44 miliar. Di sisi lain, investor domestik menjadi pendorong penguatan harga dengan total beli bersih mencapai sekitar Rp45 miliar.

Penguatan IHSG pada awal perdagangan hari ini terjadi sejalan dengan penguatan pada sejumlah bursa saham asia lainnya, seperti indeks Topix di Jepang dan indeks Kospi di Korea Selatan yang juga mengalami tren serupa.

Kepala Strategi Global JPMorgan Asset Management David Kelly mengatakan investor saat ini tengah mengamati dengan cermat gesekan baru AS—China, termasuk kemungkinan sanksi atas tindakan keras Beijing di Hong Kong.

Di saat yang sama, saham global terpantau cenderung bergerak menguat sejalan dengan makin tingginya harapan pelaku pasar bahwa ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pulih setelah penurunan yang dalam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG investor
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top