Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Nasabah Sinarmas AM, Lo Kheng Hong Berbagi Tips Investasi Reksa Dana

Lo Kheng Hong mengungkapkan dirinya memiliki uang atau portofolio yang cukup banyak di reksa dana Sinarmas AM. Instrumen itu digunakannya untuk menyimpan uang yang nantinya akan dibelikan saham kembali.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  12:37 WIB
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis - Rachman
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Investor saham kenamaan Indonesia, Lo Kheng Hong, menempatkan dana yang akan digunakan untuk berbelanja saham ke dalam instrumen investasi reksa dana.

Pria yang mendapat julukan Warren Buffet Indonesia itu angkat bicara soal portofolionya untuk instrumen investasi reksa dana di tengah kabar suspensi terhadap tujuh produk reksa dana PT Sinarmas Asset Management (AM).

Lo Kheng Hong mengungkapkan dirinya memiliki uang atau portofolio yang cukup banyak di reksa dana Sinarmas AM. Instrumen itu digunakannya untuk menyimpan uang yang nantinya akan dibelikan saham kembali.

“Uang yang belum habis dibelikan saham saya tempatkan di reksa dana Sinarmas [Asset Management],” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (27/5/2020).

Dia memiliki alasan tersendiri kenapa memilih instrumen reksa dana untuk menyimpan uang yang nantinya akan digunakan untuk berbelanja saham. Menurutnya, reksa dana memiliki kemudahan dalam penarikan untuk dibelikan saham seperti tabungan.

“Saya tidak taruh uang ditabungan karena imbal hasilnya kecil,” jelasnya.

Lo Kheng Hong berpesan bagi yang ingin menaruh uang di reksa dana harus mengetahui siapa pemiliknya. Hal itu menyangkut kekuatan finansial.

“Apakah pemiliknya kuat secara finansial? memiliki bank? konglomerat yang sangat kaya agar uang kita aman ditangannya,” imbuh dia.

Seperti diketahui, dalam siaran persnya Selasa (26/5/2020), Sinarmas Asset Management (AM) mengonfirmasi sejumlah produknya telah disuspensi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, telah terjadi volatilitas harga obligasi dan mengetatnya likuiditas di pasar membuat perseroan sulit mencapai harga jual wajar.

Sinarmas AM saat ini mencatatkan harga aset yang lebih konservatif di bawah harga pasar yang tidak sesuai dengan ketentuan harga wajar sejumlah produk tersebut. Namun, manajemen optimistis harga aset yang dimaksud akan pulih seiring dengan membaiknya kondisi pasar keuangan.

Adapun, tujuh produk reksa dana milik Sinarmas AM yang pembeliannya dan switching dibekukan sementara yakni Danamas Pasti, Danamas Stabil, Danamas Rupiah, Danamas Rupiah Plus, Simas Saham Unggulan, Simas Syariah Unggulan, Simas Syariah Berkembang.

Lo Kheng Hong sebelumnya menyatakan masih mempercayai Sinarmas AM. Pasalnya, perseroan dinilai memiliki sokongan finansialyang kuat dari konglomerasi Grup Sinarmas.

“Saya punya uang cukup banyak di reksa dana Sinarmas AM dan saya tidak tarik karena saya percaya kepada Sinarmas,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham reksa dana lo kheng hong pt sinarmas asset management
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top