Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Diprediksi Melemah Selepas Lebaran, Ini Sentimen Pendorongnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung bergerak konsolidasi melemah di perdagangan selepas libur Lebaran.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  20:14 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung bergerak konsolidasi melemah di perdagangan selepas libur Lebaran.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menuturkan sejumlah sentimen akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan ini, salah satunya rencana undang-undang keamanan nasional baru China yang membuat Beijing punya kontrol yang lebih besar pada Hong Kong.

RUU tersebut kembali memantik ketegangan antara AS-China. Pasalnya, AS menentang RUU tersebut dan berpotensi menimbulkan perang dingin kedua negara yang merupakan ekonomi terbesar dunia saat ini.

Selain itu, potensi ketegangan bertambah akibat tuduhan Trump yang menyebut soal ketidakmampuan China dalam mengatasi pandemi Covid-19 sehingga menyebar ke seluruh dunia. Di sisi lain, senat AS telah menyetujui RUU terkait peningkatan pengawasan terhadap perusahaan China.

“Ini adalah sentimen negatif di pasar keuangan dan kemunduran dalam perkembangan pasar modal dunia kususnya Amerika Serikat,” ujar Hans.

Sementara itu, pelonggaran bertahap lockdown oleh sebagian negara bagian Amerika dan negara-negara dunia menjadi sentiment positif. Akan tetapi di saat yang sama kekhawatiran gelombang ke dua menjadi perhatian pasar meski sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda gelombang kedua Covid-19.

Angka klaim penggangguran AS masih tinggi biarpun dalam tren turun. Akan tetapi, yang dikhawatirkan adalah setelah pelongaran lockdown ternyata tidak terjadi penciptaan lapangan kerja seperti yang diharapkan.

Hans menyebut beberapa pekan kedepan menjadi periode penting bagi pasar keuangan dunia karena pelaku pasar akan mencermati apakah pelongaran lockdown mampu mengembalikan daya beli dan mengembalikan ekonomi kembali normal sebelum pandemi Covid-19.

Hans menyebut sebagian besar sentimen pasar yang ada relatif negatif di tengah terkoreksi pasar saham dunia pada saat pasar Indonsia libur Idufitri 2020, sehingga dia memperkirakan IHSG akan cenderung konsolidasi melemah di awal pekan.

“Namun IHSG berpotensi mengalami rebound pada akhir pekan. Adapun support IHSG ada di level 4460 sampai 4317 dan resistance di level 4609 sampai 4726,” tutup Hans.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham bursa efek indonesia
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top