Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengintip Kinerja 10 MI Terbesar Selama April 2020

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per akhir April 2020, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen masih menduduki posisi pertama sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan atau asset under management (AUM) terbesar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  07:34 WIB
Direktur Utama PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) Lilis Setiadi memberikan penjelasan saat peluncuran Reksa Dana yang dapat diperdagangkan di bursa Exchange Traded Fund (ETF) yaitu Batavia IDX30 ETF dan Batavia SRI-KEHATI ETF di Jakarta, Rabu (27/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) Lilis Setiadi memberikan penjelasan saat peluncuran Reksa Dana yang dapat diperdagangkan di bursa Exchange Traded Fund (ETF) yaitu Batavia IDX30 ETF dan Batavia SRI-KEHATI ETF di Jakarta, Rabu (27/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Dana kelolaan sejumlah manajer investasi terbesar di Indonesia ikut terkerek seiring tren pasar yang positif sepanjang April 2020 lalu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per akhir April 2020, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen masih menduduki posisi pertama sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan atau asset under management (AUM) terbesar.

Per akhir April 2020, Batavia Prosperindo tercatat membukukan AUM sebesar Rp42,062 triliun, naik tipis dibandingkan AUM bulan sebelumnya yang sebesar Rp41,605 triliun. Adapun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, AUM perseroan juga tak begitu jauh yakni Rp41,769 miliar.

Di posisi kedua, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) menempel ketat Batavia Prosperindo dengan perbedaan AUM hanya sekitar Rp10 miliar saja yakni Rp42,052 triliun. Pencapaian MMI di April juga lebih baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai Rp40,159 triliun.

Kemudian pada posisi ketiga ada PT Bahana TCW Investment Management yang membukukan AUM sebesar Rp38,249 triliun. Angka tersebut tak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya yang sebesar Rp38,271 triliun.

Sayangnya, jika dibandingkan secara year on year, dana kelolaan MMI dan Bahana TCW pada April tahun ini tercatat lebih rendah daripada bulan yang sama tahun lalu yakni masing-masing membukukan AUM Rp42,108 triliun dan RP40,207 triliun.

Sementara jika dilihat kinerja sepanjang tahun berjalan, dana kelolaan ketiga MI teratas ini kompak masih lebih rendah dibandingkan akhir 2019 lalu yang mencapai Rp47,147 triliun (Batavia Prosperindo), Rp44,982 (MMI) dan Rp40,965 (Bahana TCW).

Mengekor ketiganya, ada PT Schroder Investment Management Indonesia dan PT Manulife Asset Management. Keduanya juga sama-sama mencatatkan kenaikan AUM pada April lalu yakni menjadi Rp32,235 triliun dan Rp30,780 triliun dari besaran AUM bulan sebelumnya yang sebesar Rp31,363 triliun dan Rp28,904 triliun.

Kemudian ada manajer investasi pelat merah PT Danareksa Investment Management (DIM) yang memiliki AUM Rp24,773 triliun, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp22,585 triliun. Secara yoy, kenaikan DIM paling signifikan yakni 33,73 persen dari yang semula Rp18,524 triliun.

Selanjutnya ada PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM), PT Syailendra Capital (Syailendra), dan PT BNI Asset Management (BNI AM) yang dana kelolaannya kompak turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Dana kelolaan Sinarmas AM turun dari Rp21,585 triliun menjadi Rp21,416 triliun, sedangkan AUM Syailendra menyusut dari Rp20,536 triliun menjadi Rp20,230 triliun. Sementara dana kelolaan BNI AM menjadi Rp20,091 triliun dari yang sebelumnya Rp20,218 triliun.

Sebaliknya, MI yang berada di posisi kesepuluh yakni PT Eastpring Investment Indonesia tercatat membukukan kenaikan AUM dari yang semula Rp18,417 triliun per akhri Maret 2020 menjadi Rp18,892 triliun di akhir April 2020.

10 Manajer Investasi dengan Dana Kelolaan Tertinggi per April 2020
Manajer Investasi AUM April 2020AUM Maret 2020AUM April 2019
Batavia Prosperindo Aset ManajemenRp42,062 Rp41,605Rp41,769
Mandiri Manajemen InvestasiRp42,052 Rp40,159Rp42,108
Bahana TCW Investment ManagementRp38,249 Rp38,271Rp40,207
Schroder Investment Management IndonesiaRp32,235Rp31,363Rp42,767
Manulife Aset Manajemen IndonesiaRp30,780Rp28,904Rp29,756
Danareksa Investment ManagementRp24,773Rp22,585Rp18,524
Sinarmas Asset ManagementRp21,416Rp21,585Rp23,052
Syailendra CapitalRp20,230Rp20,536Rp18,484
BNI Asset ManagementRp20,091Rp20,218Rp17,140

Sumber: OJK

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan kenaikan AUM reksa dana utamanya dipengaruhi oleh positifnya pergerakan pasar di pertengahan hingga akhir April sehingga mendongkrak valuasi aset reksa dana.

Selain itu, pada bulan yang sama juga aksi penarikan dana oleh investor turun drastis dibandingkan dengan bulan sebelumnya sehingga dana kelolaan lebih terjaga.

Dia memprediksi AUM reksa dana dapat kembali naik di bulan Mei ini jika kondisi pasar stabil dan kembali menunjukkan sinyal positif seperti bulan lalu.

“Selama pasar baik saya rasa masih akan naik lagi AUM-nya ya,” ujar Wawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajer investasi reksa dana dana kelolaan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top