Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RUPLSB Ditunda, ESSA Tetap Berencana Emisi Obligasi US$450 Juta

Sekretaris Perusahaan Surya Esa Perkasa Lufy Setia mengatakan bahwa rencana penerbitan obligasi tetap dijalankan sembari menanti persetujuan dari para pemegang saham yang pertemuannya diundur dari rencana RUPSLB sebelumnya pada 24 Maret lalu.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 07 Mei 2020  |  19:13 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Surya Essa Perkasa Tbk. akan tetap membuka opsi menerbitkan global bond sebesar US$450 juta kendati rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB diundur seiring dengan pembatasan fisik akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Sekretaris Perusahaan Surya Esa Perkasa Lufy Setia mengatakan bahwa rencana penerbitan obligasi tetap dijalankan sembari menanti persetujuan dari para pemegang saham yang pertemuannya diundur dari rencana RUPSLB sebelumnya pada 24 Maret lalu.

“Iya [sesuai rencana], RUPLSB diundur karena Covid-19, rencana diundur ke 5 Juni nanti” ujar Lufi kepada Bisnis, Kamis (7/5/2020).

Adapun, hingga saat ini perseroan mengaku juga masih terus berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk diketahui, melalui anak usahanya PT Panca Amara Utama (PAU), emiten berkode saham ESSA tersebut berencana mengemisi obligasi valas atau mengambil pinjaman bank sebesar-besarnya US$450 juta dengan maksimum jatuh tempo 7 tahun sejak diterbitkan, yaitu pada 2027.

Rencana transaksi ini dilaksanakan dalam rangka pembiayaan kembali atau refinancing seluruh utang PAU kepada International Finance Corporation dan sisanya untuk modal kerja secara umum

Adapun, kupon obligasi tersebut diperkirakan berada dalam kisaran setinggi-tingginya sebesar 7,5% per tahun. Perseroan akan menunjuk beberapa pihak yang akan menawarkan dan atau bertindak sebagai pembeli awal atas surat utang yang diterbitkan ini.

Di sisi lain, ESSA menilai penerbitan surat utang ini akan memberikan beberapa manfaat bagi PAU, antara lain menambah likuiditas dan fleksibilitas untuk melaksanakan strategi bisnis, dan diversifikasi pendanaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

global bond Kinerja Emiten
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top