Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Incar Rp8 Triliun, Pemerintah Bakal Lelang Sukuk Pekan Depan

Pemerintah akan kembali menggelar lelang sukuk negara yang mana terdiri dari satu seri SPNS dan empat seri PBS
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 April 2020  |  15:54 WIB
 Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 5 Mei 2020 dengan target indikatif Rp8 triliun.

Dilansir dari laman Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Selasa (28/4/2020, pemerintah akan melelang lima varian SBSB, yaitu satu seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah dan empat seri Project Based Sukuk. 

Seri SPN-S 06112020 menawarkan imbalan diskonto dan akan jatuh tempo pada 6 November 2020. Adapun, alokasi pembelian non-kompetitif yang ditentukan adalah sebesar 50 persen dari jumlah yang dimenangkan.

Sementara itu, PBS yang akan dilelang seluruhnya merupakan reopening. Seri yang akan dilelang pada pekan depan adalah PBS-002 dengan imbalan 5,45 persen, PBS-026 (6,625 persen), PBS-007 (9 persen), dan PBS-005 (6,75 persen).

Seri PBS-002 akan jatuh tempo pada 15 Januari 2022, sementara seri PBS-026 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2024. Di sisi lain, PBS-007 akan jatuh tempo pada 15 September 2040, sedangkan PBS-005 akan jatuh tempo pada 15 April 2043.

Seluruh SBSN yang akan dilelang memiliki underlying asset berupa Proyek/Kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2020 dan Barang Milik Negara.

Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Dealer Utama yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top