Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Anyar Sejahtera Bintang Abadi (SBAT) Optimistis Laba Masih Tumbuh

David Sumito, Corporate Secretary Sejahtera Bintang Abadi Textile mengatakan laba bersih perseroan masih akan tumbuh pada 2020. Hal itu menurutnya ditopang dengan adanya pendapatan lain-lain seperti klaim asuransi.
PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT) resmi melakukan IPO pada Rabu (8/4/2020).
PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT) resmi melakukan IPO pada Rabu (8/4/2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tekstil PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. memproyeksikan masih mampu membukukan pertumbuhan laba bersih pada 2020 meski pendapatan turun karena penyebaran pandemik COVID-19.

David Sumito, Corporate Secretary Sejahtera Bintang Abadi Textile mengatakan laba bersih perseroan masih akan tumbuh pada 2020. Hal itu menurutnya ditopang dengan adanya pendapatan lain-lain seperti klaim asuransi.

“Akan tetapi, pendapatan menurun kurang lebih 10 persen dari 2019 akibat kondisi COVID-19,” jelasnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (8/4/2020).

David mengungkapkan perseroan mengantongi dana segar Rp44,6 miliar dari penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Menurutnya, emiten bersandi SBAT itu telah memiliki rencana penggunaan dana IPO.

Sebagai gambaran, SBAT akan menggunakan 78,55 persen dana hasil IPO untuk kebutuhan belanja modal. Perseroan akan menambah fasilitas produksi dengan membeli mesin open end machine dan finisher drawframe serta beberapa mesin lainnya.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan peremajaan fasilitas produksi yang sudah ada dengan mengganti mesin yang terbakar. Sisa dana sekitar 21,45 persen akan digunakan untuk keperluan modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya pemasaran dan perlengkapan keperluan lainnya.

Adapun, dana hasil pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan oleh SBAT untuk membeli bahan baku, biaya pemasaran dan perlengkapan lain.

SBAT merupakan emiten yang bergerak di industri tekstil serta memproduksi benang dari bahan daur ulang dan berkedudukan di Bandung, Jawa Barat. Perseroan berambisi untuk menjadi salah satu pemain dalam industri tekstil benang atau open end yang terbaik di dunia.

Perseroan mengincar kebutuhan pembeli ekspor sebagai prioritas dan juga untuk kebutuhan pembeli lokal. Selain itu, perusahaan yang berdiri sejak 2003 ini menggunakan mesin Eropa terutama Jerman, Cina, Taiwan, dan Jepang.

Produk yang dihasilkan oleh Perseoran dapat digunakan untuk memproduksi handuk, sarung tangan rajutan, kain denim, kain kanvas, karpet, pel dan produk lainnya untuk industri rumah tangga dan baju batik printing.

Pada Rabu (8/4/2020), SBAT melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga pelaksanaan Rp105. Saham perseroan langsung melesat 34,29 persen atau 36 poin ke level Rp141 pada sesi pembukaan.

David mengatakan eksekusi IPO itu dilakukan dengan penuh optimisme. Apalagi, perseroan sudah menyiapkan aksi korporasi itu sejak tahun lalu.

“Kami berjalan sesuai target dan rencana dengan dimana kami sudah susun sejak awal 2019,” ujarnya.

Dalam siaran pers, Direktur Utama Sejahtera Bintang Abadi Textile Jefri Junaedi mengatakan perseroan tetap optimistis mengembangkan bisnis dan menjadi perusahaan publik yang terus bertumbuh di tengah gejolak pasar modal. Menurutnya, perseroan dapat mencapai hal tersebut dengan menerapkan prinsip tata kelola yang sehat.

Penawaran umum perdana saham dilakukan pada 1 April 2020—3 April 2020. Berdasarkan laporan penjatahan yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek (BAE) pada 6 April 2020, terjadi oversubsribed pesanan saham sebanyak 1,42 kali dari total penawaran atau 43,13 kali dari porsi pooling.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper