Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kekhawatiran Menjalar, Bursa Eropa Anjlok 4 Persen Lebih

Bursa Eropa terbenam di zona merah dan anjlok lebih dari 4 persen pada akhir perdagangan Senin (23/3/2020), seiring dengan meningkatnya kekhawatiran soal dampak ekonomi pandemi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  04:48 WIB
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa terbenam di zona merah dan anjlok lebih dari 4 persen pada akhir perdagangan Senin (23/3/2020), seiring dengan meningkatnya kekhawatiran soal dampak ekonomi pandemi virus corona (Covid-19).

Pergerakan indeks Stoxx Europe 600, yang mewakili saham perusahaan-perusahaan di 17 negara kawasan Eropa, ditutup anjlok 4,30 persen ke level 280,43.

Investor kembali memulai pekan yang dramatis dengan mencermati terpangkasnya proyeksi-proyeksi ekonomi dan kabar mengenai berbagai upaya untuk membendung penyebaran corona di kawasan Eropa.

Banyaknya jiwa yang bertumbangan akibat virus corona memaksa Italia menutup hampir seluruh produksi industri selama 15 hari. Selain Italia, jumlah korban jiwa akibat virus mematikan ini juga melonjak di Spanyol.

Sementara itu, berbagai macam peringatan tumbuh bahwa resesi global akan datang ketika banyak kota besar mulai dari New York hingga Los Angeles ditutup dan jumlah kasus meningkat dengan cepat di luar Asia.

“Pasar tetap fokus pada aliran berita seputar virus itu, terutama di Italia dan negara-negara lain yang telah terdampak wabah serta pada tekanan yang tumbuh di pasar keuangan,” tutur Christian Mueller-Glissmann, direktur pelaksana strategi portofolio di Goldman Sachs, London.

Di sisi lain, maskapai-maskapai penerbangan internasional terus mengumumkan langkah-langkah drastis untuk mengatasi wabah ini. Emirates dan Singapore Airlines Ltd. berada di antara maskapai yang mengurangi penerbangan.

Bahkan langkah bank sentral Federal Reserve Amerika Serikat mengumumkan gelombang inisiatif kedua bernilai besar-besaran untuk mendukung perekonomian AS tak mampu mendongkrak Stoxx.

Inisiatif yang dimaksud mencakup pembelian obligasi dalam jumlah tak terbatas guna menjaga biaya pinjaman tetap rendah serta menyiapkan program-program guna memastikan aliran kredit ke perusahaan-perusahaan juga pemerintah negara bagian dan lokal.

Melalui sebuah pernyataan pada Senin (23/3/2020), The Fed menyebutkan akan membeli obligasi Treasury dan surat berharga berbasis mortgage yang dikeluarkan badan pemerintah (agency mortgage-backed securities/MBS).

Baik obligasi Treasury dan agency MBS akan dibeli dalam jumlah yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar dan transmisi kebijakan moneter yang efektif ke kondisi keuangan dan ekonomi yang lebih luas.

Namun pasar telah terbebani perbedaan antara kubu Demokrat dan Republik di Kongres terkait tujuan rencana paket pengeluaran yang di antaranya mencakup anggaran sebesar US$500 miliar untuk membantu perusahaan termasuk maskapai penerbangan dan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Ekonom Morgan Stanley memperingatkan epidemi corona dapat menyebabkan PDB AS menyusut hingga 30 persen pada kuartal II/2020. Pandemi virus corona dikatakan akan menimbulkan resesi yang lebih dalam bagi ekonomi AS daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard mengatakan tingkat pengangguran AS kemungkinan akan mencapai 30 persen pada kuartal II/2020 akibat penutupan bisnis di tengah upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Saya saat ini sedang di New York, dan rasa takutnya jelas – ini meningkat dan tampaknya tidak ada orang yang berpikir bahwa efek virus tersebut mendekati puncaknya, terutama di Amerika Serikat,” ungkap Brian Quartarolo, manajer portofolio di Pilgrim Partners Asia, seperti dilansir Bloomberg.

Di antara indeks saham penekan Stoxx adalah indeks CAC 40 Prancis (-3,32 persen), indeks FTSE 100 Inggris (-3,79 persen), dan indeks DAX Jerman (-2,10 persen).

Sementara itu, saham Virgin Money UK PLC. mencatat koreksi terbesar pada indeks Stoxx (-22,25 persen), disusul saham Micro Focus International PLC. (-22 persen) dan Cineworld Group PLC. (-21,71 persen).

Namun di tengah anjloknya indeks, sejumlah saham mampu menguat, di antaranya saham bioMerieux SA dan Kingfisher PLC. yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar lebih dari 13 persen masing-masing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa bursa global Virus Corona
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top