Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 20 Februari: IHSG dan Rupiah Beda Nasib

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak reli hari keempat beruntun sekaligus menyentuh level penutupan tertinggi sejak 11 Februari. Sebaliknya, nilai tukar rupiah terus melemah pascarilis keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  20:46 WIB
Pengunjung memfoto layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pengunjung memfoto layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak reli hari keempat beruntun sekaligus menyentuh level penutupan tertinggi sejak 11 Februari. Sebaliknya, nilai tukar rupiah terus melemah pascarilis keputusan suku bunga Bank Indonesia.

Sementara itu, harga emas masih bergerak di kisaran level tertinggi dalam tujuh tahun di tengah bertahannya kekhawatiran investor seputar dampak wabah virus corona (Covid-19).

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (20/2/2020):

Suku Bunga BI Dipangkas, IHSG Berhasil Reli Hari ke-4

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berlanjut pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, pascarilis keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing naik 1,79 persen dan 2,34 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Menurut Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, pola pergerakan IHSG hari ini diwarnai oleh rilis data perekonomian tentang suku bunga acuan.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Januari 2020 memutuskan untuk  memangkas BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi sebesar 4,75 persen. Sementara itu, suku bunga deposit ditetapkan 4,00 persen, dan suku bunga pinjaman sebesar 5,50 persen.

Suku Bunga BI Turun, Dampak ke IHSG Minim?

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher menilai saat ini investor masih mencerna keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia, sehingga tidak ada respons yang signifikan terhadap pasar.

Menurutnya, faktor utama menguatnya pasar lebih dipengaruhi oleh sentimen dari China seiring dengan aktivitas bisnis di China yang mulai berjalan normal. Hal ini menunjukkan dampak dari virus corona tidak terlalu mengkhawatirkan.

Meski demikian, dia mengamini dalam waktu dekat adanya penurunan suku bunga acuan ini dapat membantu IHSG terus menguat. Pasalnya, kondisi ini akan memancing investor untuk memilih instrument investasi yang lebih berisiko atau masuk ke dalam bisnis.

Rupiah Tambah Lesu

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 55 poin atau 0,40 persen di level Rp13.750 per dolar AS, depresiasi hari ketiga berturut-turut, di tengah pelemahan mata uang Asia.

Media Jepang, NHK, melaporkan perihal meninggalnya seorang pria dan wanita berusia 80-an pada Kamis (20/2) akibat virus corona. Kedua warga negara tersebut adalah penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama. Sementara itu, Korea Selatan mengonfirmasi 31 kasus infeksi baru.

“Lonjakan tiba-tiba dari kasus virus corona di Korea Selatan adalah ‘pengingat’ untuk setiap kepuasan pasar yang mungkin telah terjadi karena perkembangan Covid-19,” kata Christopher Wong, analis valas senior di Maybank, seperti dikutip Bloomberg.

Turut membebani mata uang Asia, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau lanjut naik 0,072 poin atau 0,07 persen ke posisi 99,777 pukul 15.52 WIB, setelah berakhir menguat 0,27 persen di level 99,705 pada Rabu (19/2/2020).

Kasus Virus Corona Meningkat di Luar China, Bursa Global Turun

Pasar saham global terkoreksi seiring dengan meningkatnya kekhawatiran investor seputar wabah virus corona (Covid-19) dan peringatan korporasi tentang dampak penyakit ini.

Meski jumlah kasus virus corona baru di China terus menurun seperti yang dicatatkan pusat penyebaran virus ini, provinsi Hubei, pada Kamis (20/20), negara-negara lain mengalami peningkatan jumlah kasus sehingga memicu kekhawatiran.

Korea Selatan melaporkan 31 tambahan kasus virus corona, menjadikan jumlah keseluruhannya menjadi 82. Lalu Jepang, yang telah dikritik karena upaya yang tidak dipandang cukup untuk mengatasi penyakit ini, mengatakan dua orang dari kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina telah meninggal.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak April 2020 naik 0,40 poin atau 0,02 persen ke level US$1.612,20 per troy ounce pukul 15.52 WIB, menuju penguatan hari keenam beruntun sejak perdagangan 12 Februari.

Harga emas melonjak tajam seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap aset investasi aman (safe haven) sebagia dampak dari virus corona atau covid-19. Dampak turunan dari virus corona diyakini akan berimbas secara global.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta bertambah Rp5.000 ke level Rp788.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas menanjak Rp6.000 menjadi Rp708.000 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : M. Taufikul Basari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top