Investor Sambut Upaya China Bendung Virus, Wall Street Cetak Rekor

Indeks Nasdaq berhasil mencetak rekor terbaru dan dua indeks saham utama lainnya di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) naik tajam lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (4/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  05:32 WIB
Investor Sambut Upaya China Bendung Virus, Wall Street Cetak Rekor
Aktivitas masyarakat terlihat di salah satu sudut pusat keuangan dunia, Wall Street di New York, Amerika Serikat - Bisnis/Stefanus Arief Setiaji

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Nasdaq berhasil mencetak rekor terbaru dan dua indeks saham utama lainnya di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) naik tajam lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (4/2/2020).

Indeks S&P 500 berakhir menanjak 1,5 persen di level 3.297,59, indeks Nasdaq Composite melonjak 2,1 persen ke level 9.467,97, dan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,44 persen di posisi 28.807,63.

Dilansir dari Bloomberg, kembalinya aksi beli investor untuk aset-aset berisiko mendorong indeks Nasdaq mencetak rekor level tertinggi barunya. Bursa saham di Eropa dan emerging market pun ikut rally.

Sebaliknya, obligasi Treasury AS jatuh bersama harga emas karena investor berspekulasi bahwa ekonomi global akan bertahan terhadap dampak wabah virus corona yang masih menyebar setelah aksi jual pasar di China mereda.

Investor tampaknya berpandangan positif atas langkah-langkah yang diambil pemerintah China untuk membendung wabah virus corona dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Namun, pembatasan perjalanan terus berlanjut dan penutupan aktivitas bisnis meningkat, dengan Makau menutup kasino selama dua pekan.

Rally saham global juga didukung pada sentimen laporan kinerja korporasi yang kuat dan jaminan dukungan dari bank-bank sentral di dunia.

Sementara itu, para pedagang juga menunggu hasil kaukus di Iowa, seiring dengan dimulainya pemilihan calon presiden AS 2020 untuk kubu Demokrat.

“Pelajaran dari rally pasar saham hari ini adalah bahwa walaupun virus corona adalah risiko, ini bukanlah risiko material terhadap prospek ekonomi yang selalu mendukung pendapatam korporasi perusahaan,” ujar Chris Rupkey, kepala ekonom keuangan untuk MUFG Union Bank.

"Virus corona tidak meningkatkan peluang resesi AS tahun ini,” tambahnya.

Sejalan dengan Wall Street, indeks Stoxx Europe 600 dan indeks MSCI All-Country World melonjak 1,6 persen masing-masing, sedangkan indeks MSCI Asia Pacific menguat 1,4 persen.

Pergerakan Bursa Wall Street 4 Februari

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

28.807,63

+1,44

S&P 500

3.297,59

+1,5

Nasdaq

9.467,97

+2,1

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street, virus corona

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top