Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Jisdor Melemah, Rupiah Kembali Dihantui Virus Corona

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.652 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (30/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  10:43 WIB
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.652 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (30/1/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.652 per dolar AS, melemah 18 poin atau 0,13 persen dari posisi Rp13.634 pada Rabu (29/1/2020). 

Nilai tukar rupiah di pasar spot juga menyentuh level Rp13.652 per dolar AS dengan pelemahan 18 poin atau 0,13 persen pada Kamis (30/1) pukul 09.59 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg.

Pada perdagangan Rabu (29/1/2020), nilai tukar rupiah berhasil rebound dan ditutup terapresiasi 10 poin atau 0,07 persen di level Rp13.634 per dolar AS.

Seiring dengan pergerakan kurs rupiah, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, bergerak ke level 98,029 dengan naik 0,038 poin atau 0,04 persen pada pukul 09.53 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Indeks dolar AS sedikit beringsut ke zona hijau setelah turun tipis 0,03 persen atau 0,027 poin dan berakhir di level 97,991 pada perdagangan Rabu (29/1).

Dilansir dari Reuters, indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak positif pada Kamis pagi ini di tengah menanjaknya permintaan untuk aset investasi aman (safe haven) yang didorong kekhawatiran seputar virus corona (coronavirus) baru di China.

Komisi Kesehatan Nasional China pada Kamis (30/1) menyebutkan jumlah total kematian yang dikonfirmasi karena virus corona di negara itu telah bertambah menjadi 170 pada akhir Rabu (29/1), sedangkan jumlah pasien yang terinfeksi meningkat lebih dari 1.700.

Menurut Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader, ancaman terbesar terhadap ekonomi global bukan hanya tentang virus ini yang menyebar dengan cepat ke berbagai negara melalui jaringan terkait dengan perjalanan global.

“Tapi juga, karena guncangan ekonomi terhadap mesin industri dan konsumsi kolosal China akan menyebar dengan cepat ke negara-negara lain melalui peningkatan hubungan perdagangan dan keuangan yang terkait dengan globalisasi,” jelas Innes dalam sebuah catatan, dikutip Bloomberg.

Pertumbuhan ekonomi China mungkin turun menjadi 5 persen atau bahkan lebih rendah akibat wabah virus corona, menurut seorang ekonom dalam pernyataannya yang dipublikasikan pada Rabu (29/1).

Hal tersebut dapat memberikan pukulan hebat bagi negara-negara lain yang sangat bergantung pada permintaan dari China.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
30 Januari13.652
29 Januari13.634
28 Januari13.647
27 Januari13.612
24 Januari13.632

Sumber: Bank Indonesia


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah jisdor virus corona
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top