Ringkasan Perdagangan 15 Januari: IHSG dan Rupiah Terhempas Sentimen Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah terpaksa terhenti di zona merah hari ini, terlepas dari rilis data neraca dagang oleh BPS hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  21:00 WIB
Ringkasan Perdagangan 15 Januari: IHSG dan Rupiah Terhempas Sentimen Global
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah terpaksa terhenti di zona merah hari ini, terlepas dari rilis data neraca dagang oleh BPS hari ini.

Pergerakan bursa hari ini dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global serta aksi profit taking menjelang penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyampaikan sebetulnya pelaku pasar semakin memandang positif prospek Indonesia karena defisit neraca dagang semakin menyempit. Namun, investor terlihat lebih memilih melakukan aksi profit taking.

“Sebetulnya data perdagangan positif, tetapi ada profit taking karena investor mengkhawatirkan kelanjutan negosiasi perang dagang AS-China,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (15/1/2020).

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Rabu (15/1/2020):

IHSG Ditutup Melemah Pascarilis Data Neraca Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,66 persen atau 42,04 poin ke level 6.283,36 dari level penutupan sebelumnya.

Sebelum berbalik ke zona merah dan melemah, indeks sempat memperpanjang penguatannya hingga mendekati level 6.350 setelah dibuka naik tipis 0,01 persen atau 0,76 poin di posisi 6.326,817 pada Rabu (15/1/2020) pagi.

Tujuh dari sembilan sektor menetap di zona merah, didorong oleh sektor pertanian yang merosot 2,94 persen dan tambang yan gmelemah 1,78 persen. Adapun sektor industri dasar dan aneka industri mampu menguat masing-masing 1,02 persen dan 0,06 persen.

Dari 675 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 120 saham menguat, 284 saham melemah, dan 271 saham stagnan dari total 675 saham.

Bursa Asia Bergerak Melemah

Bursa saham Asia tergelincir pada perdagangan Rabu (15/1/2020) karena investor menunggu penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-China, dengan sentimen terbebani oleh komentar dari Menteri Keuangan AS bahwa tarif akan tetap berlaku untuk saat ini.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 0,48 persen, melemah dari level tertinggi 19 bulan yang dicapai pada Selasa. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 0,54 persen dan 0,45 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah 0,54 persen dan 0,55 persen, sedangkan indeks Hang Seng turun 0,39 persen. Indeks Kospi melemah 0,35 persen.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp13.695 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.

Nilai tukar rupiah sebelumnya dibuka di level Rp13.684 per dolar AS dengan depresiasi tipis 4 poin atau 0,03 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,042 poin tau 0,04 persen ke level 97,414 pada pukul 15.52 WIB.

Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Harga emas Comex kontrak Februari 2020 terpantau menguat 9,2 poin atau 0,6 persen ke level US$1.553,80 per troy ounce, setelah dibuka naik 0,14 persen atau 2,20 poin di level US$1.546,80 per troy ounce.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top