Ketegangan Timur Tengah Reda, Minyak Mentah Terus Melemah

Harga minyak mentah menetap di level terendah sejak awal Desember pada perdagangan Senin (13/1/2020) karena meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  06:59 WIB
Ketegangan Timur Tengah Reda, Minyak Mentah Terus Melemah
Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah menetap di level terendah sejak awal Desember pada perdagangan Senin (13/1/2020) karena meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg, minyak mentah Brent untuk kontrak Maret turun 0,78 poin ke level US$64,20 per barel di ICE Futures Europe Exchange setelah melemah 5,3 persen minggu lalu.

Sementara itu, mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari turun 0,96 poin ke level US$58,08 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak turun 6,4 persen sepanjang pekan lalu.

Dilansir Bloomberg, ancaman perang langsung telah surut sejak Teheran menembakkan rudal ke pangkalan AS-Irak minggu lalu sebagai pembalasan atas pembunuhan jenderal utamanya oleh AS.

Di Libya, faksi-faksi yang bertikai menyerukan gencatan senjata. Tetapi situasi di Iran tetap bergejolak di tengah protes terhadap tertembaknya pesawat komersial secara tidak sengaja oleh pemerintah Iran.

"Ada perasaan yang berkelanjutan bahwa risiko geopolitik dari Iran turun secara dramatis," kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group Inc, seperti dikutip Bloomberg.

Turunnya premi risiko geopolitik sebagian disebabkan oleh pasokan minyak shale AS yang berlimpah dan semburan minyak mentah baru dari negara-negara non-OPEC termasuk Brasil, Guyana, dan Norwegia. Di sisi permintaan, AS dan China akan menandatangani kesepakatan perdagangan terbatas mereka pekan ini.

"Kami sekarang memasuki periode dengan keseimbangan pasar minyak fundamental yang lebih lunak," kata Helge Andre Martinsen, analis pasar minyak senior di DNB Bank ASA

“Kami membutuhkan gangguan pasokan aktual untuk mendorong harga mendekati level US$70. Tapi hati-hati dengan meningkatnya aktivitas di Iran dan percepatan program nuklir Iran dalam beberapa bulan mendatang,” lanjutnya.

Meskipun kemungkinan pecahnya perang berkurang, hubungan antara AS dan Iran masih mudah terbakar. Teheran mengatakan akan berhenti mematuhi batasan pengayaan uranium, sementara AS memberlakukan sanksi baru terhadap negara tersebut.

Sementara itu, Brasil dan Guyana akan menambah lebih dari 400.000 barel pasokan harian ke pasar tahun ini, yang akan mengimbangi sebagian besar pemotongan tambahan yang disepakati oleh OPEC dan sekutunya pada akhir 2019.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Februari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

13/1/2020

58,05

-0,96 poin

10/1/2020

59,01

-0,55 poin

9/1/2020

59,56

-0,05 poin

 

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Maret 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

13/1/2020

64,20

-0,78 poin

10/1/2020

64,98

-0,39 poin

9/1/2020

65,37

-0,07 poin

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top