Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Krisis AS-Iran Mereda, Harga Minyak Ditutup di Level Terendah

Harga minyak mentah ditutup di level terendah sejak pertengahan Desember pada perdagangan Kamis (9/1/2020), di tengah meredanya kekhawatiran bahwa konflik Amerika Serikat-Iran akan bereskalasi signifikan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  07:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah ditutup di level terendah sejak pertengahan Desember pada perdagangan Kamis (9/1/2020), di tengah meredanya kekhawatiran bahwa konflik Amerika Serikat-Iran akan bereskalasi signifikan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2020 berakhir turun 5 sen di level US$59,56 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk kontrak Maret 2020 ditutup turun 7 sen di level US$65,37 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih untuk menanggapi serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari, Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar yang menghilangkan kekhawatiran potensi konfrontasi militer antara AS dan Iran.

Serangan Iran itu merupakan aksi balasan atas serangan AS di Irak pada 3 Januari yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani.

Terlepas dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir, pasokan minyak dari kawasan ini terus mengalir tanpa hambatan. Ketegangan antara kedua negara nyaris tidak berdampak pada pasokan minyak ke pasar.

“Pasar kini secara aktif mencoba stabil pascakrisis AS-Iran,” tutur Gene McGillian, manajer untuk riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

“Dari titik ini, pasar akan mencari fundamental-fundamental yang menjadi pendorong [minyak] sebelumnya pada pekan lalu,” tambahnya.

Harga minyak melonjak pekan lalu ketika AS membunuh komandan militer Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara di Baghdad. Lonjakan harga minyak WTI berlanjut melampaui level US$65 per barel setelah Iran melancarkan pembalasan.

Namun, kenaikan yang dibukukan minyak seketika meluncur ketika prospek perang antara kedua negara surut.

Kendati demikian, pihak Pentagon mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan dilakukan Iran selanjutnya. Sky Arabia melaporkan serangan roket baru yang menargetkan Zona Hijau di Baghdad pada Kamis (9/1). Ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di kawasan kaya minyak itu.

Sebuah roket juga menghujam daerah Fadhlan, dekat pangkalan udara Balad, yang menampung pasukan AS di Baghdad utara, lapor al-Sumaria News, mengutip seorang pejabat keamanan, seperti dilansir Bloomberg.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Februari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

9/1/2020

59,56

-0,05 poin

8/1/2020

59,61

-3,09 poin

7/1/2020

62,70

-0,57 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Maret 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

9/1/2020

65,37

-0,07 poin

8/1/2020

65,44

-2,83 poin

7/1/2020

68,27

-0,64 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top