Ringkasan Perdagangan 9 Desember: IHSG Reli Hari Ketiga, Rupiah di Level Terkuat

Seiring dengan berlanjutnya reli IHSG, nilai tukar rupiah terus memperlihatkan keperkasaannya terhadap dolar AS dan berakhir menguat untuk hari perdagangan kelima beruntun.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  20:18 WIB
Ringkasan Perdagangan 9 Desember: IHSG Reli Hari Ketiga, Rupiah di Level Terkuat
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan relinya pada perdagangan hari ketiga berturut-turut setelah sempat tergelincir ke zona merah.

Seiring dengan berlanjutnya reli IHSG, nilai tukar rupiah terus memperlihatkan keperkasaannya terhadap dolar AS dan berakhir menguat untuk hari perdagangan kelima beruntun.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Senin (9/12/2019):

Rupiah Pantang Melemah, IHSG Perpanjang Reli Kenaikan

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup naik 0,11 persen atau 6,92 poin di level 6.193,79, penguatan hari ketiga sejak perdagangan Kamis (5/12).

Penguatan indeks bahkan terpantau sempat menembus level 6.200 pada Senin (9/12) setelah dibuka dengan kenaikan 0,12 persen atau 7,21 poin di posisi 6.194,08. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.180,84 – 6.210,78.                                        

Dari 667 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 206 saham menguat, 185 saham melemah, dan 276 saham stagnan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 1,05 persen dan 0,96 persen menjadi penopang utama kenaikan IHSG pada akhir perdagangan.

Rupiah Perkasa, Sentuh Level Terkuat dalam Sebulan Terakhir

Rupiah berhasil ditutup menguat ke level tertingginya dalam perdagangan satu bulan terakhir, di tengah kenaikan aliran masuk modal asing ke instrumen obligasi dan ekuitas setelah Bank Indonesia mengisyaratkan pendekatan yang berhati-hati untuk pelonggaran lebih lanjut.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Senin (9/12/2019) rupiah berada di level Rp14.010 per dolar AS, menguat 0,2% atau 28 poin. Pada 7  November 2019, rupiah sempat meninggalkan level Rp14.000 dan ditutup di level Rp13.998 per dolar AS.

Kepala Penelitian Asia ANZ Singapura Khoon Goh mengatakan bahwa rupiah berhasil menguat selama lima perdagangan berturut-turut didukung oleh fundamentalnya yang cukup baik.

Ekspektasi Ekonomi China Dorong Bijih Besi Kembali ke Level US$90

Harga bijih besi berjangka berhasil kembali diperdagangkan di atas level US$90 per ton seiring dengan komitmen pemerintah China untuk mempertahankan pertumbuhan dan mengejar reformasi domestik sehingga meningkatkan kepercayaan diri investor terhadap prospek permintaan pada 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (9/12/2019) hingga pukul 13.27 WIB, harga bijih besi untuk kontrak Mei 2020 di bursa Dalian menguat 5,86% menjadi US$93,06 per ton. Sementara itu, harga bijih besi di bursa Singapura untuk kontrak Januari 2020 terapresiasi 6,18% menjadi US$92,65 per ton.

Analis Argonaut Securities Helen Lau mengatakan bahwa terdapat beberapa tanda stabilisasi atau peningkatan ekonomi domestik China yang secara umum sangat positif untuk permintaan komoditas konstruksi, mengingat China merupakan produsen dan konsumen logam terbesar di dunia.

Ekspor China Loyo, Harga Minyak Gagal Menguat

Harga acuan minyak mentah melemah pada Senin (9/12/2019), setelah ekspor China tercatat turun dalam 4 bulan berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Januari 2020 melemah 0,46% atau 0,27 poin ke level US$58,93 per barel, pukul 14:57 WIB, sedangkan harga minyak mentah Brent turun 0,31% atau 0,20 poin menjadi US$64,19 per barel.

Awal pekan yang suram ini datang setelah data bea cukai China pada Minggu (8/12/2019) mengumumkan bahwa ekspor Negeri Panda pada November turun 1,1% dari tahun sebelumnya, berseberangan dengan ekpektasi kenaikan 1% dalam jajak pendapat Reuters.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2020 terpantau naik 3,50 poin atau 0,24 persen ke level US$1.468,60 per troy ounce pukul 19.16 WIB, seiring turunnya indeks dolar AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, melemah 0,13 persen atau 0,124 poin ke posisi 97,576.

Sebaliknya di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta turun Rp3.000 menjadi Rp744.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas berkurang Rp3.500 menjadi Rp659.000 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top