BNI Asset Management : Ini Produk Reksa Dana Incaran Investor Institusi dan Ritel

BNI Asset Management mencatat produk reksa dana sahamnya yang menggunakan saham emiten-emiten pada indeks IDX30 menjadi produk paling laris sepanjang tahun ini.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 13 November 2019  |  18:38 WIB
BNI Asset Management : Ini Produk Reksa Dana Incaran Investor Institusi dan Ritel
Komisaris Utama PT BNI Asset Management Eddy Siswanto (dari kiri), Dirut Reita Farianti, Komisaris Neny Asriany dan AVP Sinergi dan Komunikasi BNI Group Hindria usai menerbitkan Reksa Dana Indeks BNI-AM Nusantara Exchange Trade Fund (ETF) MSCI Indonesia Equity Indeks, di Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Investor institusi diproyeksi masih meminati produk reksa dana jenis pendapatan tetap dan pasar uang ditengah risiko ketidakpastian pasar yang berisiko berlanjut hingga 2020.

Presiden Direktur BNI Asset Management Reita Farianti mengatakan investor institusi memiliki profil investasi yang lebih ketat sehingga memilih instrumen yang lebih aman. Opsi yang dipilih antara lain reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.

Dia menyebut reksa dana pasar uang dipilih sebagai bumper di tengah kondisi yang tak pasti. Di sisi lain, reksa dana pendapatan tetap menjadi pilihan karena naiknya harga surat utang negara (SUN) akibat tren suku bunga rendah.

Dia menilai tren ini pun bakal bertahan hingga tahun depan dengan asumsi Bank Indonesia masih melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan meskipun tak akan sebanyak pada tahun ini.

“Pasar uang masih akan menjadi pilihan karena institusi akan membutuhkan treasury, perbankan juga masih membutuhkan. Pendapatan tetap masih akan ‘cukup harum’ pada 2020. Rasanya kita masih ada penurunan suku bunga lagi harga bonds akan naik,” ujarnya saat menghadiri acara pemberian penghargaan kepada platform Bibit di Menara Standard Chartered, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Sementara itu, dia menilai investor ritel cenderung tak terpengaruh sentimen global. Hal itu tercermin pada pemilihan instrumen yang lebih berani yakni meskipun kinerja pasar saham lebih rendah dibandingkan dengan kinerja pasar obligasi, minat investor ritel terhadap instrumen reksa dana saham masih tinggi.

Adapun, produk reksa dana sahamnya yang menggunakan saham emiten-emiten pada indeks IDX30 menjadi produk paling laris sepanjang tahun ini.

Dia menganggap hal itu dilatarbelakangi oleh prinsip kehati-hatian yang lebih rendah sehingga investor ritel memiliki keberanian lebih dalam menanamkan modalnya.

Terlebih, dia menyebut mayoritas investor ritel baru yang masuk melalui mitra teknologi finansial tergolong lebih agresif sebagai pengaruh profil demografi investor yang berusia di bawah 35 tahun.

“Kalau ritel, reksa dana saham kita yang IDX30 justru yang paling laku karena itu memang enggak peduli dengan dinamisasi,” katanya.

Meskipun memiliki perbedaan preferensi, dia mengakui kontributor terbesar dalam dana kelolaan masih berasal dari investor institusi. Dari data yang terkumpul per 31 Oktober, Rp19,98 triliun dari dana kelolaan berasal dari investor institusi dan sisanya, yakni Rp3,06 triliun berasal dari investor ritel.

“Dari sisi jumlahnya, investor ritel memang dominan tetapi dari sisi volume, investor institusi yang lebih dominan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana, pt bni asset management

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top