Dana Kelolaan Reksa Dana Saham Dolar AS Menipis

Infovesta Utama mencatat AUM reksa dana saham dolar AS turun 5,50% menjadi US$41,47 juta secara bulanan atau month-on-month (MoM) pada September 2019.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  19:06 WIB
Dana Kelolaan Reksa Dana Saham Dolar AS Menipis
Petugas menjelaskan tata cara berinvestasi kepada calon investor di gedung Jakarta Investment Center (JIC), Jakarta, Kamis (2/8/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) produk reksa dana saham berdenominasi dolar AS tergerus pada bulan lalu akibat pelemahan rupiah.

Infovesta Utama mencatat AUM reksa dana saham dolar AS turun 5,50% menjadi US$41,47 juta secara bulanan atau month-on-month (MoM) pada September 2019. Penurunan dana kelolaan tersebut diikuti oleh berkurangnya unit penyertaan (UP) sebesar 6,53% secara bulanan.

Adapun penekan utama dari penurunan AUM tersebut berasal dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada sepanjang September. Berdasarkan data Bank Indonesia, rupiah sempat menyentuh level terdalamnya sebesar Rp14.289 terhadap dolar AS pada 4 September 2019.

“Hal ini berdampak pada penurunan dana kelolaan reksa dana saham denominasi dolar AS yang underlying asetnya diinvestasikan di Indonesia,” tulis Infovesta Utama lewat riset mingguan, Senin (21/10/2019).

Pelemahan nilai tukar tersebut juga disebabkan oleh sentimen perlambatan ekonomi secara global. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global bakal melambat hingga akhir 2019 dengan potensi pemulihan secara agregat pada 2020.

Dalam rangka menjaga laju pertumbuhan ekonomi, bank sentral di sejumlah negara pun telah melakukan pemangkasan suku bunga. Bank Sentral AS (Federal Reserve) menurunkan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebesar 50 bps ke kisaran 1,75%—2,00% sejak awal tahun ini.

Perkiraan bahwa ekonomi AS akan melambat tersebut berdampak terhadap penurunan dana kelolaan reksa dana saham denominasi dolar AS khususnya reksa dana saham syariah efek global.

Tak hanya isu perlambatan ekonomi, kelanjutan isu perang dagang AS—China yang menekan kinerja pasar saham secara global juga turut menggerus dana kelolaan reksa dana berdenominasi dolar AS.

Namun demikian, kinerja Dow Jones Islamic Market U.S yang tetap tumbuh sebesar 0,26% secara month to date membuat investor tetap dapat memilih investasi di reksa dana saham berdenominasi dolar AS dengan efek syariah global sebagai strategi diversifikasi dengan tetap memperhatiakan profil rsiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top