Penjualan ORI016 Capai Rp6,12 Triliun, Masa Penawaran Tinggal 3 Hari

ORI016 ditawarkan dengan kupon 6,8% dan bertenor 3 tahun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  15:11 WIB
Penjualan ORI016 Capai Rp6,12 Triliun, Masa Penawaran Tinggal 3 Hari
Peluncuran ORI016 - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA--Penjualan instrumen obligasi negara Indonesia (ORI) mencapai Rp6,12 trliun dengan sisa masa penawaran yang tersisa tiga hari.

Dikutip dari laman Investree, Senin (21/10/2019), penawaran ORI016 telah berjalan sejak tanggal 2 Oktober dan akan berakhir pada 24 Oktober 2019. Kendati sudah mencapai pengujung masa penawaran, penjualan ORI016 belum menyentuh Rp6,12 triliun atau 68% dari target yang dipasang Pemerintah yakni Rp9 triliun.

Target tersebut dipasang karena tahun ini merupakan kali pertama penawaran ORI melalui secara daring. Adapun, ORI016 ditawarkan dengan kupon 6,8% dan bertenor 3 tahun.

Padahal penjualan seri ke-16 ORI ini diproyeksi untuk menutup surat berharga negara (SBN) ritel yang jatuh tempo tahun ini. Tercatat, di tahun ini nilai SBN ritel yang akan jatuh tempo mencapai Rp51 triliun. Di sisi lain, jumlah penerbitan SBN ritel baru mencapai Rp40,2 triliun dari delapan kali penawaran yang telah dilakukan.

Dengan demikian, masih tersisa sekitar Rp10,8 triliun yang harus dipenuhi dari dua kali penerbitan yang tersisa yakni ORI016 pada 2 Oktober hingga 24 Oktober dan sukuk tabungan (ST) seri ST06 pada November 2019.

ORI016 memang instrumen dengan kupon terendah di tahun ini bila dibandingkan delapan instrumen lain. Sebelumnya, savings bond ritel (SBR) seri SBR008 menawarkan kupon 7,2%.

Namun, bila merunut pada seri ORI sebelumnya, kupon ORI terkecil yang ditawarkan yakni ORI014 dengan 5,85% dan ORI013 dengan 6,6%. Saat penawaran ORI014, pemesanannya mencapai Rp8,9 triliun dan pemesanan ORI013 menembus Rp19,7 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top