Ringkasan Perdagangan 17 Oktober: IHSG Mantapkan Reli, Rupiah Bangkit, Emas Respons Brexit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang relinya pada perdagangan hari kelima beruntun sekaligus menyentuh level penutupan tertinggi baru sejak 27 September.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  20:05 WIB
Ringkasan Perdagangan 17 Oktober: IHSG Mantapkan Reli, Rupiah Bangkit, Emas Respons Brexit
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang relinya pada perdagangan hari kelima beruntun sekaligus menyentuh level penutupan tertinggi baru sejak 27 September.

Nilai tukar rupiah pun berhasil bangkit dari pelemahan yang dialami tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya terhadap dolar AS di tengah meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (17/10/2019):

Pasar Saham Global Gelisah, IHSG Unjuk Gigi Lanjutkan Reli

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap unjuk gigi bahkan menyentuh level penutupan tertinggi barunya saat bursa saham global cenderung memerah.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas berakhir di wilayah negatif. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing terkoreksi 0,45 persen dan 0,09 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan dan Shanghai Composite China masing-masing berakhir turun 0,23 persen dan 0,05 persen.

Marc Pfeffer, kepala strategi investasi di CLS Investments LLC, berpendapat gencatan perdagangan antara pemerintah AS dan China hanya berlangsung sementara.

“Hingga ada semacam dokumen yang ditandatangani ataupun resolusi, saya pikir asar akan tetap gelisah, gugup, dan akan ada pesimisme. Hal itu akan memberi batas pada setiap kenaikan di pasar,” tambah Pfeffer, seperti dilansir dari Bloomberg.

Rupiah Bangkit Menguat

Nilai tukar rupiah berhasil membukukan rebound dan ditutup terapresiasi 17 poin atau 0,12 persen di level Rp14.155 per dolar AS, setelah berakhir melemah tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumny.

Mata uang lainnya di Asia ikut menguat, dipimpin peso Filipina dan rupee India yang masing-masing terapresiasi 0,41 persen dan 0,38 persen terhadap dolar AS.

Seiring dengan penguatan mata uang di Asia, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau melemah 0,31 persen atau 0,301 poin ke posisi 97,701.

Data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) pada September dilaporkan berkontraksi sehingga mendorong pasar berspekulasi untuk penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS pada akhir Oktober mendatang.

Deal Brexit, Pound Sterling Melonjak Tajam

Nilai tukar pound sterling melonjak tajam terhadap dolar AS setelah Inggris berhasil meraih kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa dirinya akan merekomendasikan para pemimpin 27 negara anggota lainnya untuk menyetujui kesepakatan Brexit dan menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyelesaikan proses perceraian Inggrid dan Uni Eropa.

Secara terpisah, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membenarkan adanya kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

Setelah Pelantikan Presiden, Kucuran Dana Asing Diproyeksi Kembali Mengalir ke Pasar Saham

Kepastian politik lewat pelantikan kabinet pada bulan ini diharapkan kembali menarik minat investor asing untuk berinvestasi di pasar modal Tanah Air.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing terpantau telah keluar dari pasar saham Indonesia sekitar Rp24,06 triliun dalam tiga bulan terakhir.

Kendati sepanjang tahun berjalan (year-to-date) masih tercatat aksi beli bersih (net buy) dari investor asing senilai Rp49,45 triliun, nilai tersebut perlu dikurangi dengan aksi crossing saham oleh MUFG Bank Ltd. terhadap PT danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk. dengan nilai transaksi nontunai senilai Rp49,62 trliun.

Harga Saham Melonjak Tajam dalam 9 Hari, Ini Kata Manajemen SLIS

Manajemen PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. menilai prospek kendaraan listrik yang positif mendorong laju saham perseroan.

Perusahaan listing di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2019 pada harga perdana Rp115 per saham. Produsen kendaraan listrik ini mendapatkan kode saham SLIS.

Pada awal perdagangan Kamis (17/10/2019), saham SLIS langsung terkena auto rejection. Saham SLIS naik 25% atau 245 poin ke level Rp1.225.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 terpantau turun tipis 0,50 poin atau 0,03 persen ke level US$1.493,50 per troy ounce pukul 19.07 WIB, setelah ditutup menguat 0,71 persen atau 10,50 poin di posisi 1.494 per troy ounce pada Rabu (16/10).

Dilansir dari CNBC, harga emas di bursa Comex tergelincir setelah Inggris dikabarkan mencapai kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa. Meski demikian, penurunan harga logam mulia ini relatif kecil di tengah ketidakpastian mengenai perundingan dagang AS-China.

"Pasar emas tergelincir setelah berita tentang (kesepakatan) Brexit,” ujar Afshin Nabavi, wakil presiden senior di MKS SA.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta terpantau naik Rp6.000 ke Rp758.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam ikut bertambah Rp6.000 menjadi Rp679.000 per gram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top