Saham PepsiCo Menguat, Wall Street Rebound

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil rebound dan ditutup menguat pada perdagangan Kamis (3/10/2019), didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve pascarilis data aktivitas sektor jasa AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  06:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil rebound dan ditutup menguat pada perdagangan Kamis (3/10/2019). Penguatan didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve pascarilis data aktivitas sektor jasa AS.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 menanjak 0,80 persen ke level 2.910,63, indeks Nasdaq Composite menguat 1,12 persen ke level 7.872,27, dan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,47 persen ke posisi 26.201,04.

Pergerakan pasar saham sempat melemah setelah Institute for Supply Management (ISM) melaporkan penurunan indeks aktivitas non-manufaktur ke level 52,6 pada September, terendah sejak Agustus 2016.

Data itu menambah kekhawatiran yang dipicu pada Selasa (1/10) ketika laporan menunjukkan aktivitas manufaktur AS berkontraksi ke level terendah dalam lebih dari satu dekade. Sehari berselang, pertumbuhan payroll swasta pada Agustus dilaporkan tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya.

Namun harga saham berhasil bangkit dari sentimen suramnya data perekonomian, setelah pertaruhan mengenai langkah pemangkasan suku bunga lebih lanjut tahun ini oleh bank sentral AS meningkat.

Pertaruhan The Fed akan menurunkan suku bunga untuk ketiga kalinya dalam pertemuan kebijakan pada Oktober melonjak menjadi 90 persen dari 40 persen, menurut Fed Watch CME Group.

“Degradasi data, terutama data non-manufaktur, semacam mendorong The Fed untuk melakukan penurunan (suku bunga) lagi,” ujar Kim Forrest, kepala investasi di Bokeh Capital Partners.

Pedagang kembali memperkirakan setidaknya dua penurunan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir 2019. Perkiraan ini sebelumnya dicampakkan setelah The Fed menggambarkan masing-masing dari dua penurunan suku bunga yang lalu sebagai "penyesuaian pertengahan siklus.

“Kita berada pada titik kritis. Pertumbuhan global dan pertumbuhan AS melambat karena perselisihan perdagangan dan ketidakpastian yang disebabkan oleh kebijakan perdagangan,” terang Ben Phillips, kepala investasi di EventShares.

Rilis laporan pekerjaan kemudian pada hari Jumat (4/10) diharapkan dapat memberi lebih banyak bukti apakah perang perdagangan AS-China mendorong ekonomi terbesar di dunia ini menuju resesi.

Seluruh 11 sektor utama pada indeks S&P 500 ditutup di zona hijau, dipimpin indeks energi yang naik 1,3 persen.

Sementara itu, saham PepsiCo Inc. menguat 3 persen setelah laporan kinerjanya mengalahkan ekspektasi secara triwulanan karena iklan yang lebih tinggi dan versi rendah kalori baru Gatorade mendorong permintaan untuk minumannya di Amerika Utara.

Pergerakan Bursa Wall Street 3 Oktober

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

26.201,04

+0,47

S&P 500

2.910,63

+0,80

Nasdaq

7.872,27

+1,12

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street, Kebijakan The Fed

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top