Manufaktur dalam Resesi, Wall Street Drop

Indeks S&P 500 dan Dow Jones membukukan penurunan terburuk dalam lebih dari sebulan pada akhir perdagangan Selasa (1/10/2019), setelah aktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS) pada September dilaporkan berkontraksi ke level terlemahnya dalam lebih dari satu dekade.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  06:53 WIB
Manufaktur dalam Resesi, Wall Street Drop
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks S&P 500 dan Dow Jones membukukan penurunan terburuk dalam lebih dari sebulan pada akhir perdagangan Selasa (1/10/2019), setelah aktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS) pada September dilaporkan berkontraksi ke level terlemahnya dalam lebih dari satu dekade.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup melorot 1,23 persen di level 2.940,25, indeks Nasdaq Composite melemah 1,13 persen ke level 7.908,69, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun tajam 1,28 persen di posisi 26.573,04.

Baik indeks S&P 500 maupun Dow Jones mencatat penurunan terbesar hariannya sejak 23 Agustus, ketika Presiden Donald Trump mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk mencari alternatif berbisnis dengan China.

Pada Selasa (1/10), investor berbondong-bondong memburu obligasi AS setelah laporan ISM (Institute of Supply Management) menunjukkan indeks aktivitas manufaktur berkontraksi tajam ke 47,8, lebih jauh dari kontraksi yang dialami pada Agustus.

Hasil itu juga jauh di bawah ekspektasi para ekonom sebesar 50,1. Angka di bawah level 50 mengindikasikan kontraksi.

Dengan berlanjutnya ketegangan perdagangan yang membebani ekspor, data AS tersebut mencerminkan pola yang sama di zona euro, Jepang, Inggris, dan China.

Indeks industri S&P pun turun 2,4 persen, terbesar di antara pelemahan 11 sektor utama S&P. Adapun indeks bahan baku dan energi masing-masing turun 2,3 persen.

“Ini adalah angka yang buruk, sesuai dengan resesi manufaktur dunia,” ujar Jim Bianco, kepala Bianco Research di Chicago, soal laporan tersebut.

“Saya pikir pasar memang harus dikhawatirkan, tetapi kita harus melihat apakah angka-angka manufaktur lain di AS menunjukkan hal itu, termasuk data payroll manufaktur pada Jumat (4/10),” tambahnya.

Terlepas dari perang perdagangan AS-China berkepanjangan yang telah memukul pertumbuhan global, kepercayaan terhadap ekonomi domestik telah membantu indeks acuan S&P 500 naik sekitar 17 persen tahun in.

Thomas Simons, Ekonom Jefferies, berpendapat kontraksi manufaktur tersebut tidak mendukung pelemahan ekonomi AS yang lebih luas, karena merupakan hasil dari beberapa faktor, termasuk isu produksi Boeing Co.

“Manufaktur itu sendiri dalam resesi, tetapi tidak berarti bahwa ekonomi secara keseluruhan berada dalam resesi,” jelas Simons.

Pascarilis data aktivitas manufaktur, Cboe Volatility Index, yang mengukur keresahan investor, menanjak 2,3 poin ke level 18,56, level tertingginya dalam sekitar sebulan.

Pergerakan Bursa Wall Street 1 Oktober

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

26.573,04

-1,28

S&P 500

2.940,25

-1,23

Nasdaq

7.908,69

-1,13

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wallstreet, wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top